More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.

Kamis, 23 Januari 2014

The Moon and The Sun Flower

Rembulan benci ketika hujan datang dimusim panas, Benci ketika cahaya temaramnya tertutup oleh awan gelap yang membawa hujan. Sia-sialah sudah tebaran bintang dilangit yang menemaninya tidak kelihatan bersinar sama sekali malam ini.  Kali ini rembulan hendak bersinar dengan penuh, perlahan-lahan dia terbit seiring tenggelamnya sang matahari. 
Suasana senja saat itu membuat rembulan begitu bahagia, kali ini akan banyak orang yang melihat keindahannya ditambah summer triangle yg mengelilingi milky way akan menemani sang rembulan di malam musim panas. Semakin Senyapnya malam semakin indah pulalah cahaya yang muncul dari sang rembulan sebagai berkah dari luna selena. Namun sayang sungguh hujan tampaknya iri dengan kehangatan rembulan kali ini. Hujan datang bersama awan hitam menutup semua fantatisme keindahan malam. Kalau sudah begini siapa yang sudi menatap lagit dimalam hari lagi?  siapa yang akan mengagumi cahaya rembulan yang begitu hangat dan penuh malam ini? Semua orang akan berlindung, semua orang akan hanya mendengarkan bunyi hujan dibalik jendela mereka. Katakanlah ada yang begitu ingin melihat rembulan malam ini, namun ketika dia menatap langit dan menengadahkan kepala tetesan hujan malah menyakiti matanya. Bahkan dalam sebuah banyanganpun dia tidak akan bisa menemukan rembulan malam ini.
Rembulan pun menjadi iri pada sang matahari. Bukankah sang hujan bertindak sangat tidak adil terhadapnya. Hujan tidak akan pernah menutup sinar matahari, sederas apapun hujan turun,sekelam apapun awan yang ikut bersamanya tetap saja sinar matahari akan selalu kelihatan. Bahkan setelah semua hujan itu reda akan ada pelangi yang muncul menghias indahnya langit. Rembulan ingin sekali menjadi matahari, kali ini benar-benar menjadi matahari sesungguhnya. Tidak hanya mendapat biasan cahaya matahari seperti sekarang ini. Rembulan ingin muncul di siang hari, menemani setiap orang melakukan kegiatan mereka, mungkin memang tidak akan ada yg meluangkan waktu untuk sekedar mengamatinya tetapi setiap orang akan mengharapkan kehadirannya.
Rembulan ingin melihat bagaimana bunga matahari itu mekar. Dia ingin semua bungamatahari mengikuti cahayanya seperti yang mereka lakukan pada sang matahari.  Rembulan membayangkan betapa indahnya hamparan bunga yang semakin kekuningan ketika terkena cahaya matahari itu.
Dia tidak pernah melihat bunga matahari mekar, yang dia lihat hanyalah bunga matahari yang tertunduk layu seperti ketakutan akan cahaya rembulan malam. Tidakkah bunga matahari tau kalau dia sang rembulan juga punya kehangatan layaknya sang matahari. Kenapa bunga matahari tetap tidak mau mekar saat dia ada, padahal rembulan begitu ingin melihat susunan kelopak-kelopak bungamatahari yang merupakan kesempurnaan dari sebuah penciptaan.
Mengapa rembulan begitu menginginkan bunga matahari? Dia sendiri mungkin kurang tau jawaban pastinya tetapi jauh didalam hatinya dia  mengagumi sebuah kesempurnaan. Bunga matahari bagaikan sebuah masterpiece baginya, tidakkah ada yang sadar bagaimana susunan dari lingkaran biji-bijinya begitu sempurna dan sangat indah di pandang mata. Rembulan hanya ingin menikmati keindahan seni dari bunga matahari itu makanya dia ingin menjadi matahari.
Rembulan pun mengemis pada semesta alam, tidakkah dia punya kesempatan melihat bunga matahari mekar malam ini saja? Rembulan tau hujan sedang turun tetapi tidak bisakah semesta alam ini berhenti melakukan hal-hal yang sesuai dengan  hukum alam sekejab saja? Ditengah pengharapan itu, rembulan tahu adalah koyol jika bermimpi tentang bungamatahari yang akan mengikuti kemana cahaya redupnya bergerak. Tetapi apakah dia tidak bisa bermimpi sama sekali?

Jumat, 03 Januari 2014

The Everlasting Woman


 Tribute to My Mother Who always has a different way of loving me

Baginya kebijakan adalah hal yang asing, bukanlah pemberi keadilan tetapi memberi cara untuk bertahan hidup. Mengajari sesuatu begitu keras bahkan untuk jiwa pemberontak sekalipun. Hatiku begitu lama terkurung oleh dogma dan hal-hal fundamental yang diberi olehnya. Ada batasan dimana diriku tidak bisa melakukan hal-hal yang ingin kulakukan hanya karena aku bukanlah saudara-saudaraku

Aku akan berpikir dan mungkin masih berpikir kalau kasih sayang yang dia beri tidaklah seperti yang kuharapkan. Sesuatu yang menyenangkan bagiku adalah yang tidak masuk akal baginya. Aku selalu minta disetarakan tetapi baginya wanita punya cara lain untuk menjalani hidup. Mungkin dia berpikir aku terlalu keras entah itu karena tempaan masa lalu atau karena keegoisanku aku juga tidak mengerti.

Kami adalah dua wanita yang selalu berkonfrontasi, punya cara masing-masing dalam menjalani hidup dan cara itu tidak pernah sekalipun mempunyai titik temu. Aku tau dia ingin seorang anak perempuan seperti tetangga sebelah bisa diajak bercerita tentang baju apa yang cantik dipakai untuk kepesta. Atau dia ingin aku selalu bertanya padanya apakah sepatu yang kupakai sudah cocok dengan baju yang kukenakan? Tetapi yang dia dapat adalah anak perempuan yang bahkan tidak peduli dia sedang memakai celana yang setengah sobek sekalipun.  Aku bahkan tidak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh orang-orang sekelilingku, mereka sebut aku gila maka gilalah aku. Tetapi dia selalu khawatir tentang apa yang mereka katakan tentangku.

Aku adalah wanita dan kuakui itu, walaupun tidak seperti yang dia inginkan tetapi aku punya mimpi melebihi seorang wanita yang selalu dia pikirkan. Tetapi  terkadang hal-hal yang menurutnya prinsipil itu adalah hal-hal yang omongkosong bagiku namun tetap kulakukan karena ada harga yang harus kuberikan padanya. Jadilah aku yang terbelah dua antara diriku yang sebenarnya dan diriku yang dia inginkan. Jadilah aku seorang pemimpi sejati hanya untuk melihat sebuah wajah yang akan selalu tersenyum saat memandangku dan dia bisa mengadalkan aku kapanpun dia mau. Karena semakin lama semakin aku sadar tidak mengapa semua mimpi itu terbuang demi sebuah abdiku padanya.

Pernah sekali aku ingin berontak, menghancurkan semuanya masa depan yang sudah tertata rapi, aku tidak ingin menjadi seseorang yang dapat dibanggakan. Aku hanya ingin mencapai kepuasan tertinggi dimana aku bisa merealisasikan semua imajinasi-imajinasi liarku, tanpa rumah, tanpa cinta, tanpa uang murni hanya sebuah kebebasan berekplorasi terhadap diri sendiri demi mencari makna yang paling diingini oleh hati.  Aku berpikir tidakkah dia mau tau kalau aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar aku, jangan pedulikan apa kata mereka karena aku tidak ingin hidup hanya untuk memperjuangkan harga diri atau lepas dari penderitaan semata. Aku tidak ingin hidup hanya untuk materi atau masa depan dimana semua orang akan terkesima melihatnya. Tetapi bukankah itu yang membuat dia bangga?

Lalu aku melihat tetesan keringat yang berjatuhan di tempa sang matahari, bukankah kami hidup sudah begitu keras? Aku bertanya dalam hati. Aku lalu melihat airmata lukanya saat semua orang mencemooh dan meragukan kami. Aku ingin tampar wajah mereka semua, begitu congkak sampai tidak ada ruang untuk belaskasihan. Aku bersumpah  demi apapun itu kalau suatu saat mereka akan melihat hal-hal yang mereka cemooh itu tidaklah pantas. Aku akan mencapai titik dimana orang tidak akan memandang remeh lagi, buang dulu semua mimpi itu demi untuk menjaga agar airmata itu tidak akan pernah keluar lagi. Itulah arti dirinya bagiku.

Walaupun dia tidak sebijak seseorang yang aku sebut lebih menyayangiku dari siapapun didunia ini, tapi dia adalah wanita yang paling tangguh dari siapapun di dunia ini. Dia orang yang paling menyayangiku  tidaklah sekuat itu saat dia mencoba untuk menyerah dan meninggalkan kami dengan airmata luka yang menghiasi hatinya. Aku masih ingat ketika kami bertiga berbicara dari hati ke hati di sebuah ruangan sempit rumah sakit, dimana seorang bijak itu sudah melupakan idealismenya demi untuk sebuah rasa sakit hati pada congkaknya hidup ini kepada kami. Dan mulai saat itu aku bahkan sudah menutup pintu hatiku untuk sebuah hidup yang lebih layak yang dia inginkan dariku.

Aku akan terus hidup seperti ini hanya untuk melihat dia bahagia dan berani berkata kepada orang lain kalau dia punya seseorang yang bisa diandalkan, kita akan menjadi kekuatan satu sama lain. Dua wanita yang selalu berkonfrontasi saling mengisi kehidupan masing-masing. Saat aku mulai lemah dan benar-benar ingin bermimpi maka aku akan datang kepangkuannya kemudian mendegarkan cerita tentang kerasnya hidup menempa kami dan bagaimana kami bisa kehilangan  seseorang yang paling bijak dalam hidup kami. Dan itu akan membuat aku bertahan hidup lagi

Bahkan semakin lama semakin aku menyadari, ketika semua keterbatasan adalah lawan terbesarmu kenapa kau tidak mengalah saja pada keterbatasan itu. Aku bukanlah seorang yang pesimis akan hidup tetapi aku hanya sedang belajar untuk lebih realistis dan pragmatis dalam memandang hidup. Perlahan-lahan kebutuhan akan memudarkan nilai-nilai dari idealisme yang ada pada diriku. Tidak mengapa rasa sayang yang kudapat tidak sebanyak mereka, itu adalah caranya mengajarkan aku kemandirian. Tidak mengapa dogma demi dogma kudapatkan, itu semua akan mengantarkan aku kepada sebuah pemikiran yang dapat berargumen dengan lugas. Tidak mengapa konfrontasi demi konfrontasi dan perseturuan mengenai ketidakadilan genderisasi kudapatkan, karena itu adalah cara dia membuat aku menjadi sempurna.  Tidak ada yang kekal didalam kehidupanku melainkan sebuah senyum yang selalu ingin kulihat dari wajahnya. Karena bagiku dia adalah “Everlasting Woman”. 

Kamis, 19 Desember 2013

PeMake's Diary #part 2 (Love Session)

tertanggal 1 maret 2007
Maria memulai pembicaraan via Diary a.k.a kertas binder (masih disela-sela jam perkuliahan)
Maria : "woi mama mana ya?? aq kecarian ni...hiks-hiks.. sedih aku.. koq ga datang dia ya... aku kan kangen ngeliat wajahnya yang kalo dipasangin konde cocok banget.. iya kan uniq de.."
~mimmy~
Sumpah si maria memang selalu norak.., tapi saya lupa disini maksudnya mama siapa ya??
PinC : "maklum aka dia kan baru abis partus, masih longgar tu.."
Lalu tiba-tiba muncul pernyataan dari Devi a.k.a Keong yang jauh dari topik pembicaraan diatas tapi masih juga seputar cinta dan angan-angan dalam hidup yang tak terpecahkan oleh akal sehat
Keong : "oi audisi indonesian idol dah siap ya? padahal aku mau daftar suaraku kan seksi malah lebih seksi dari suara anggun... kalo entar aku dah jadi artis ato istri artis klen pasti kuajak jalan2 n aku pasti gak bakalan lupa sama klen, kelen mau dengar aku nyanyi ga..?"
TAK ADA SEORANG PUN YANG MERESPON, lalu devi a.k.a keong melanjutkan pernyataannya yang tertunda mengalihkan pembicaran sebagai modus atas pengalihan rasa malu yang diterimanya
Keong : "eh.. kmaren andrew senyumin aku loh jadi grogi senyumnya buat aku gak tahan, kapan ya aku jadian sama dia, kalo aku dah jadian sama dia aku pasti nyanyi bareng sama dia suaranya kan seksi so suara kami cocok eh entar kalo kasetnya dah keluar jangan lupa beli kasetnya ya!!"
NOte : andrew adalah cinta pertama keong di FH USU senoir angkatan .(brapa ya?) yang mukanya kerab-araban agak mirip sama andre stinky jadi dikasih namanya andrew
akhirnya meilina berkomentar :
"oh..oh... maksudmu andre yang sering disebut pinc KUDA NIL?" kalo sama dia mungkin juga suara kalian cocok, tpi kalo dia dibilanh kuda nil, u dibilang apa?"
devi berkomentar
"enak aja dibilang kuda nil, tapi gpp lah soalnya mata klen da rabun semua ga normal lagi.... sekali andre tetap andrew... hidup andre.... i love him so much.!! eit.., jangan bilang dia kuda nil lagi okey..."
NOTE : PERHATIAN kalau mau nulis karya ilmiah jangan pernah tiru cara devi menulis kalimat diatas karena premis mayor sama premis minornya gak berhubungan sama sekali dengan kesimpulan.
mei membela diri :
"aku hanya ngikut yang dibilangkan PinC tapi sejenak kupikir-pikir ya ada benarnya juga tuh. lagian apa sieh yang menarik dari dia cakep ga, postur tubuhnya juga parah udah gitu gak pernah masuk tivi lagi"
Note : sumpah kalimat ini ditulis dengan ekspresi yang sangat lebay..!!
Devi Keong berpidato :
"bagiku itu semua gak penting, i don't care about it (apa makdus IT itu ya?) yang pasti aku cinta mati sama dia. andre dimanakahkau berada..rindu aku ingin jumpa..., segenap hatiku rindu.. "
Note : sepenggal kalimat terakhirdiadaptasi dari lagunya stinky DINDA DIMANAKAH KAU BERADA
PinC memulai menunjukkan congornya :
"memang kudanil+kebo = cocok. gimana ga cocok sama-sama dari KUBANGAN!!!!"
comment from rain-d;
"bukan kuda nil +kebo tapi kuda nil +keong = sama-sama Lambat"
Devi dengan setia membela kuda nil :
"anjing menggong-gong khafilah berlalu"
Meilina menyela :
"bukan gitu tapi anjing menggong-gong, kambing embek-embek, ayam kotek-kotek semua bernyany memuji Tuhan. jangan berhantam par sobatku.."
NOte : Pada saat diary ini ditulis si meicunk masi jadi anak alim
"biarlah apa kata orang
kuda nil tetaplah kuda nil
keong tetaplah keong
tak akan bisa terganti"
Poetry by ; rain-d
PinC add @comment ;
"anjing menggong-gong kafilah berlalu
anjing menggong-gong lagi khafilah berhenti sejenak
anjing terus menggonggong, khafilah pun tertarik untuk ngikutin
anjing capek menggonggong, khafilah ngantiin anjing"


Senin, 16 Desember 2013

A Shadow of Rain


Tidak hanya setiap tapi sebuah hari pun dapat mengajarkan bagaimana hidup ini terkadang begitu cepat berputar.  Hal sekecil dan secepat apapun dapat mempengaruhi hidup dengan begitu dalam. Sepanjang hidup mungkin kau tidak akan pernah mengerti  perasaan seperti apa ini. Tapi jangan salahkan dirimu, karena akulah sisi yang memang paling tidak bisa kau pahami.  Sebuah seni akan mengerti seni yang lain, tanpa bicara tapi begitu saling memahami. Karena begitu bicara maka akan kehilangan makna dari seni itu sendiri.

Matamu adalah representasi dari sebuah kesombongan, pahatan dari ambisiusme. Itu adalah hasil dari ingatan masa kecil yang membuatmu seperti sekarang. Aku ingin suatu saat kita berbagi masa kecil yang aku punya. Aku tidak tahu kenapa aku menginginkan itu. Benci rasanya merasakan seperti ini lagi. Tidak ada hati yang bergetar melihatmu. Tapi ada sebuah ikatan kuat, ada sisi yang merasa, ada dimensi dimana aku bisa merepresentasikan bayangan sang hujan dalam dirimu.

Insomnia mulai muncul dalam ranah kehidupan. Hening, malam dan jiwa menyatu lagi. Hari itu sendiri adalah hal yang paling sulit dipahami saat bayangan sang hujan dibelakangmu. Hal yang terpungkiri adalah berbagi disetiap jelaga malam bersama bayangan sang hujan itu sendiri.  “Bajingan…, kau tersakiti bukan?” seolah tau segalanya mengaum ditelinga.  Aku bertanya padamu “ Bagaimana bisa kau sebut itu sakit ketika setetes airmata pun tak keluar?” tapi sungguh itu sakit.

Kau  bayangan sang hujan, menunjukkan wajahmu padaku setelah seperempat abad lamanya, “jadi maukah kau melepaskan aku?”. Bagaimana jika semua ini hanyalah imajinasi dari dirimu yang ingin kuciptakan?  Bagaimana jika hari yang telah terlewati hanya untuk menunggu apakah ada malam dan aku bisa mewujudkan bayanganmu dialam nyata.  jangan..!!, jangan peluk aku lagi seperti itu, jangan menahanku, jangan biarkan aku berimajinasi sepanjang malam. 

Betapa mirisnya ketika angin berbisik ditelinga “antara horizon itu kamu tidak dapat membedakan mana nyata dan mana imajinasi”.  Kamu sang bayangan hujan, tempatku berbagi sepanjang malam, melihat bintang dari ketinggian , tidakkah kau ingin menjadi seseorang seperti yang kuinginkan?, dirimu adalah dirimu, dimensimu adalah dimensimu tapi aku adalah bagian yang sungguh berbeda dengan itu semua. Katakan padaku kenapa tidak bisa? Lepaskan saja semua jika tidak bisa?

Jangan minta maaf, kau membuatku menderita aku berpura-pura tak menyadarimu.  Jangan dipendam, jangan mendendam. Kita adalah satu kesatuan dimana aku tidak akan pernah bermain dengan kebodohan lagi. Sekalipun yang kucari adalah bayangan sang hujan itu sendiri.  Mari kita bermimpi lagi, surga kecil diujung bumi, hamparan rerumputan, atau pantai putih dengan laut biru.  Jadilah bayangan sang hujan yang takkan pernah lagi kulihat dalam diri siapapun. 

Senin, 11 November 2013

Hidup Antara Khayalan dan Kenyataan

Hal paling sulit untuk di intrepetasikan adalah pemikiranmu terhadap sesuatu melebihi logika dari sesuatu itu sendiri. Saya selalu menilai sesuatu berdasarkan fakta dan logika yang saya lihat dengan mengesampingkan dialektika. Bukan berarti saya tidak mau peduli dengan paham dialektika namun terkadang saya merasa dialektika itu membuat saya menjadi seseorang yang sulit membedakan mana kenyataan dan mana yang hanya khayalan.

Selasa, 05 November 2013

Filosofi Durian dan Mangga




Yang pertama kali menerangkan filosofi ini kepada saya adalalah dosen saya waktu jaman kuliah dulu (maaf pak saya lupa nama anda). Disela-sela perkuliahan yang membuat penat dia berbagi sedikit entah inspirasi ataupun motivasi itu namanya. Dia berkata kalau perempuan itu seharusnya seperti buah durian bukan buah mangga. Semua mahasiswanya pada bingung kenapa harus buah durian dan mangga dari sekian banyak buah-buah lain, saya yang dengan notabene tidak pernah mendengarkan kuliahnya dengan serius (Karena asyik dengan imajinasi saya sendiri) menjadi sedikit tergelitik untuk mendengarkan cerita sang dosen. Mungkin saya agak sedikit lupa untuk menullis detailnya tetapi paling tidak kira-kira penjelasan tentang buah durian dan mangga itu akan saya paparkan ditulisan ini.

Seperti yang semua orang tahu bagaimana permukaan buah durian itu berdurinya, mungkin untuk menikmatinya butuh sebuah usaha keras dari harus menunggu dia jatuh sendiri dari pohonnya itu pun kalau kamu beruntung (makanya kalau ketiban rejeki itu sering disebut dengan ketiban durian runtuh) setelah itu kamu juga butuh usaha dan kehati-hatian untuk membukanya jangan sampai tangan kamu terluka jika terlalu terburu-buru untuk membukanya dan untuk membuka durian itu ada teknik tertentu dimana kamu harus tahu terlebih dahulu dari sudut mana membukanya pertama kali agar selanjutnya bisa dibuka dengan mudah (saya juga tahu ini ketika menginterview tukang jualan durian lho). Memang agak sulit dan memakan waktu yang lama, tetapi ketika kamu memakan duriannya maka akan ada kepuasan tersendiri menikmatinya ditambahlagi dengan rasanya yang luar biasa maka semua usaha kamu akan terasa terbayar.

Ketika berbicara tentang buah mangga maka tidak akan sesulit buah durian, untuk cara yang pertama kamu bisa ambil langsung aja itu buah mangga terserah mau matang atau mengkal kalau kamu gak puya pohon mangga tinggal curi aja punya tetangga, terus kalau mau cari yang matang kamu tinggal pencet-pencet aja tuh mangga kalau udah lembek berarti udah boleh diambil, kalau masih keras juga boleh diambil kok tetapi nanti harus dikarbit dulu baru boleh dimakan. Intinya tetap harus sering-sering kamu liat dan kamu pencet-pencet deh itu buah mangga kalau mau dinikmati. Cara kedua juga gak kalah gampangnya kamu tinggal beli mangga dipasar, terus lakukan hal yang sama dengan cara pertama yaitu untuk memilih mangga yang manis dan matang kamu harus mencium dan memencet-mencet itu buah mangga.

Sekarang saya ajak kamu untuk mengkonversikan kedua buah tersebut menjadi wanita, Wanita pertama yang seperti durian yang gak akan mudah untuk didapatkan kamu harus menunggu saat yang tepat untuk dia menyukai seseorang . Saat yang tepat yang saya maksud adalah dalam rentang waktu yang sungguh sangat fleksibel, terkadang kamu gak akan tahu kapan buah durian itu akan jatuh? Tetapi walaupun dia sudah menyukai seseorang tetap butuh sebuah usaha yang keras untuk mendapatkan hatinya sepenuhnya, itulah kenapa butuh sebuah  usaha, kesabaran, dan keahlian yang khusus untuk membuka hati seseorang. Dan mungkin saja saat berusaha membuka hatinya itu kamu akan sedikit terluka dibuatnya namun itu semua akan terbayar ketika kamu benar-benar memiliki hatinya. Karena percayalah tipikal seperti ini akan benar-benar mempertimbangkan usaha yang telah kamu lakukan dan sekali dia menyukai seseorang dia akan mempertahankannya selamanya.

Tipikal perempuan yang identik dengan buah mangga sebenarnya sangat mudah didapatkan,  karena pada dasarnya kebanyakan wanita seperti buah mangga yang ada dimana-mana tanpa pandang musim, mereka selalu ingin menarik perhatian melakukan segala cara untuk diperhatikan oleh karena itu kamu tinggal memilih mana yang kamu suka dan mana yang mau kamu beli. Untuk melihat matang atau tidaknya kamu bisa lihat dari penampilan bukan?. Usaha yang kamu perlukan untuk tipikal seperti ini adalah materi, kamu lihat seseorang dia cantik kamu punya segalanya dia mau sama kamu, kalau pun dia tidak mau toh kamu tinggal karbit aja dan secara ekspress dia akan mau, tapi yang menjadi masalah dengan tipikal seperti ini ada dua hal. Pertama sebuah mangga mungkin kelihatan cantik, mulus, dan wangi tetapi ketika kamu makan sungguh rasanya membuat sangat kecewa.Yang kedua buah mangga yang cantik, mulus, dan wangi itu tadi mungkin rasanya manis juga tetapi kamu terlanjur gampang untuk medapatkanya sehingga kamu merasa tidak begitu mendapat sebuah kepuasan dan bosan.

Jujur saya juga tidak tahu ditipikal mana saya berada, karena menurut padangan saya yang bebas dan universal semua perempuan punya caranya sendiri dalam membentuk sebuah hubungan, dan saya adalah orang yang tidak terlalu perduli dengan aturan ataupun trik-trik dalam membangun sebuah hubungan, karena menurut hemat saya hal-hal seperti itu akan membuang-buang waktu saja, bagaimana tidak kamu harus pura-pura jadi seseorang yang bukan kamu hanya untuk membangun sebuah image dihadapan orang lain, kalau kamu memang durian ya jadilah durian kalau kamu adalah mangga memangnya kenapa? . Ada seseorang yang pernah bilang ke saya kalau pada dasarnya perempuan itu menang dipilih tetapi laki-laki lebih menang lagi karena merekalah memilih. Permasalahan yang sebenarnya adalah pada lelaki juga, kalau mereka memilih buah mangga, mereka yang akan merasakan manis atau asamnya mangga tersebut nantinya, tapi kalau dia lebih pintar dan lebih sabar lalu memilih durian ya itulah wujud dari keidealisan dia sebagai laki-laki yang lebih mengandalkan proses dalam mencari seorang pasangan .