More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 November 2015

cinta kanak-kanak

Begini begitu hati kita selalu tak karuan
Terkadang satu persatu dari kenangan menyakiti kita
Aku tak ingat kapan terakhir  aku katakan cinta
Tapi kamu adalah tempat dimana aku selalu berlabuh
Oleh karena itu,  cintailah aku lagi apa adanya
Kesana kemari pergi datang lagi begitulah kita selalu berbagi
Ada saat aku berpaling ada saat kamu berpaling tapi kita selalu berakhir di jalan bersama
Ini cinta mungkin kekanak-kanakan, tunggulah saatnya dia menjadi dewasa.

Senin, 26 Oktober 2015

Untukmu


Kurangkai kata demi kata dengan bulir bulir airmata
Sekali lagi aku terbangun dari mimpi
Begitu sulit Rupanya mengerti diriku ini
Hatiku selalu bertanya penuh curiga
Ada saat aku marah dan ingin menyalahkan keadaan
Siapa mereka berhak mendikte kebahagiaan ku?
Tapi rupanya cinta itulah yang tidak mampu untuk bertahan
Cinta itulah yang tidak cukup kuat untuk menahanmu disisiku

Rabu, 06 Agustus 2014

Damai Masa Lalu

Mestinya minta maaf pada diri sendiri dahulu
Mestinya berjanji pada diri sendiri dahulu
Gadismu ini tidaklah menepati janji
Gadismu ini takkan meminta maaf untuk itu
Bukankah dia juga tidak akan memaafkanmu?
Mestinya berdamai dahululah dengan hati
Biar semua berlalu jangan bawa bersama jiwamu
Jangan bergantung, terombang-ambing ditengah kenangan
Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya
Gadismu ini sajalah yang tidak bahagia
Gadismu ini sajalah yang berjalan bersama rasa bersalahnya 
Mestinya dia melihat masa depannya, bukan kebahagianmu
Mestinya Memaafkan dirinya sendiri untukmu 
Gadismu ini membawa masalalu yang gentayangan bagai hantu
Sampai lupa kalau pintu selalu tertutup pada yang baru
Mestinya berdamai dahulu dengan masa lalu
Kunjungi dia sesaat setiap kamu rindu
Gadismu ini belajar dari penderitaanmu 
Gadismu ini melihat banyak saat kembali dari kenangan
Mestinya menatap jiwa baru
Mestinya melangkah penuh yakin
Gadismu ini mulai bermimpi dengan yang baru







Minggu, 25 Mei 2014

Syair Biru Malam Sendu


Kutanya pada malam tegarkah aku bagai karang?
Saat sendiri tanpamu
Pria terhebat dalam hidupku
Kenapa meninggalkanku saat yang kubutuhkan adalah kebijaksanaanmu
Manusia-manusia  naïf itu menyemburkan lahar ke wajahku
Panas, perih, luka, tanpamu bagaimana aku bisa
Manis wajah mereka hilang seiring pudarnya wajahmu diingatanku
Aku tidak takut menghantam badai, tapi aku takut akan pesanmu saat itu
Kurindu berbagi malam biru dengamu
Mengutuk harta yang membuat manusia buta
Terjaga meredam murung agar airmatamu tidak terjatuh
Demi tuhan kenapa malam terakhir itu kita lalui dengan sendu?
Tak kusesali kau pergi, jutaan airmata ini hanyalah penyembuh luka
Karena kau priaku tidak akan pernah kembali lagi
Sesak dada terisi penyesalan  ingin juga kutumpahkan
Idealismemu yang terikat padaku mencoba menutup lubang kosong dalam hati
Tapi bagaimanapun wajah kecewa itu akan kupendam menjadi dendam
 Katankanlah dari ujung langit sana, bagaimana aku harus berbuat?
Mimpi indah tentang kehidupan telah hancur bersamamu
Manusia-manusia konyol itu telah berani menertawakan setiap airmata yang jatuh dari pipiku
Lantas apa aku harus melupakan kebijakanmu dan membuat bajingan diriku sendiri?
Kau selalu berkata semua niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula
Sekalipun semua berpaling darimu kau tetap akan tersenyum bukan?
Aku tidak tahu bagaimana menjadi bijak saat kau tidak disisiku
Bisakah aku menawar rasa sakit dengan perbuatan baik itu sendiri?
Kau priaku dari ujung langit sana, bicaralah sekali saja dalam mimpi pun tak apa

~ for my beloved father, the man that my mother adore

Selasa, 13 Mei 2014

Cinta ( Mana Bisa Lupa )

Datang lagi kah rembulan malam ini?
Membuang rindu, menghapus sepi
Jangan katakan kali ini kau sementara
Jangan katakan kali ini kau bercanda
Rindu..., Rindu..., Rindu..., mana bisa aku lupa

Wahai rembulan malam penjaga lelapku
Bagaimana aku ingin melihat wajahmu?
Pandangikah hamparan bintang dengan mata tertutup
Seiring miris nelangsa hati terbuai bayangmu dalam gelap
Pahit..., pahit..., pahit...., mana bisa aku lupa

Mimpi datang mengandai-andai
Bagaimana aku ingin pelukan hangatmu malam ini?
Terjaga oleh mimpi tanpa peduli hanya ilusi bukan nyata
Langkah kakimu menghampiri, memeluk, mencium, seolah berkata
" sayang..., sayang..., sayang..., mana bisa aku lupa"

Kita beri nama ini sebuah tawar menawar takdir yang semu
Bagaimana saat aku merindukan suara mu?
Ada banyak lirik untuk mengekspresikan hati yang terluka
Walaupun hanya akan selalu bernyanyi dengan nada yang sama
Cinta..., cinta..., cinta..., Mana bisa aku lupa.




Jumat, 25 April 2014

Pragmatisme Cinta

Jangan ingatkan bagaimana kau menyanyikan sebuah lagu untukku
Karena kau mengharap sesuatu setelah itu.
Hapus ingatan tentang sebuah keromantisan tiada tara karena ada banyak perasaan yang bermain disana.
Kita berjalan bersama kebutaan. Aku sanggup hidup, aku sanggup berjanji tanpa peduli suatu saat itu akan kuingkari.
Aku bahagia saat kau peluk, tangisan datang bersama nafsu amarah dan konflik kemudian.
Tidak ada yang bisa kau tawarkan melainkan cinta itu katamu, itu hanya hasrat manusia semata pikirku.
Denganmu pernah kumencoba untuk menghilangkan pragmatis cintaku tapi malah kaulah orang yang membuat tawar menawar kemudian.
Rupanya seiring waktu berjalan matapun semakin terbuka. Kita harus melihat kiri kanan sebelum berjalan itulah katamu.
Lalu kausebut apa hubungan itu? Sebuah pasar tradisional kah?

Sabtu, 15 Februari 2014

That Man

That man who made me smile
That man who made me cry
That man with warm lips
That man has found my heart
I can't erease that man
I can't forget that man
That man is like my breath
That man  is living
That man, my love, my hurting heart
That man who doesn't know anything
I love you and i love you again my man
I have no choice but let you go
Altought my heart in pieces
Altough those memories stab me
It hurts me even more
That man my love, my hurting hurt
That man who doesn't know anything
Instead of tears instead of sadness
Forget me and live happily
When our lives end and we close our eyes
Remember me once then.

Rough translate from a song tittled "Keu Saram " by Lee Seung Chul.

Senin, 16 Desember 2013

A Shadow of Rain


Tidak hanya setiap tapi sebuah hari pun dapat mengajarkan bagaimana hidup ini terkadang begitu cepat berputar.  Hal sekecil dan secepat apapun dapat mempengaruhi hidup dengan begitu dalam. Sepanjang hidup mungkin kau tidak akan pernah mengerti  perasaan seperti apa ini. Tapi jangan salahkan dirimu, karena akulah sisi yang memang paling tidak bisa kau pahami.  Sebuah seni akan mengerti seni yang lain, tanpa bicara tapi begitu saling memahami. Karena begitu bicara maka akan kehilangan makna dari seni itu sendiri.

Matamu adalah representasi dari sebuah kesombongan, pahatan dari ambisiusme. Itu adalah hasil dari ingatan masa kecil yang membuatmu seperti sekarang. Aku ingin suatu saat kita berbagi masa kecil yang aku punya. Aku tidak tahu kenapa aku menginginkan itu. Benci rasanya merasakan seperti ini lagi. Tidak ada hati yang bergetar melihatmu. Tapi ada sebuah ikatan kuat, ada sisi yang merasa, ada dimensi dimana aku bisa merepresentasikan bayangan sang hujan dalam dirimu.

Insomnia mulai muncul dalam ranah kehidupan. Hening, malam dan jiwa menyatu lagi. Hari itu sendiri adalah hal yang paling sulit dipahami saat bayangan sang hujan dibelakangmu. Hal yang terpungkiri adalah berbagi disetiap jelaga malam bersama bayangan sang hujan itu sendiri.  “Bajingan…, kau tersakiti bukan?” seolah tau segalanya mengaum ditelinga.  Aku bertanya padamu “ Bagaimana bisa kau sebut itu sakit ketika setetes airmata pun tak keluar?” tapi sungguh itu sakit.

Kau  bayangan sang hujan, menunjukkan wajahmu padaku setelah seperempat abad lamanya, “jadi maukah kau melepaskan aku?”. Bagaimana jika semua ini hanyalah imajinasi dari dirimu yang ingin kuciptakan?  Bagaimana jika hari yang telah terlewati hanya untuk menunggu apakah ada malam dan aku bisa mewujudkan bayanganmu dialam nyata.  jangan..!!, jangan peluk aku lagi seperti itu, jangan menahanku, jangan biarkan aku berimajinasi sepanjang malam. 

Betapa mirisnya ketika angin berbisik ditelinga “antara horizon itu kamu tidak dapat membedakan mana nyata dan mana imajinasi”.  Kamu sang bayangan hujan, tempatku berbagi sepanjang malam, melihat bintang dari ketinggian , tidakkah kau ingin menjadi seseorang seperti yang kuinginkan?, dirimu adalah dirimu, dimensimu adalah dimensimu tapi aku adalah bagian yang sungguh berbeda dengan itu semua. Katakan padaku kenapa tidak bisa? Lepaskan saja semua jika tidak bisa?

Jangan minta maaf, kau membuatku menderita aku berpura-pura tak menyadarimu.  Jangan dipendam, jangan mendendam. Kita adalah satu kesatuan dimana aku tidak akan pernah bermain dengan kebodohan lagi. Sekalipun yang kucari adalah bayangan sang hujan itu sendiri.  Mari kita bermimpi lagi, surga kecil diujung bumi, hamparan rerumputan, atau pantai putih dengan laut biru.  Jadilah bayangan sang hujan yang takkan pernah lagi kulihat dalam diri siapapun. 

Senin, 24 Januari 2011

Inspirasi Ruang Hampa

Mau dibuang kemana semua kesunyian

Gunung pun tak sanggup menerima penderitaan

Mau dibuang kemana semua kehampaan

Tanah yang dipijakpun tak mau menerima tekanan

Sampaikan saja pada lautan, Pada ombak yang bergedeburan

Kalau hati dipenuhi kebimbangan, Selalu ada duri saat naluri berjalan

Lautpun seolah tak mau berkompromi dengan perasaan

Pasang datang menambah beban

Hati terikat dalam dilema yang tak bertuan

Entah kemanalagi raga ini harus berjalan

Lunaklah karang..., kita mulai lagi sebuah adegan

Bercinta sepanjang malan dengan hujan

Merangkai mimpi demi mimpi seharian

Buat mereka mengerti arti romansa kehidupan

Karna nelangsa akan memberi jalan

Menginspirasikan segalanya dari lamunan

Tanpa harus mengemis berkah dari tuhan