More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 September 2014

Tuhan ( Sebuah Kontemplasi)


Jangan berdebat mengenai apa yang dikatakan oleh para nabi karena itu adalah hal yang memang tidak bisa didebat.
Jangan mempertanyakan apa isi kitab suci karena apa yang ditulis itulah yang harus dipercaya
Bukankah mereka para nabi-nabi termasuk titisan tuha, Orang-orang terpilih yang mempunyai daya pikir dan kekuatan alam bawah sadar yang melebihi manusia di jamannya
Bukankah kitab suci adalah apa yang dikatakan oleh tuhan melalui para nabi itu sendiri?
Jadi kenapa harus dipertanyakan?
Karena terkadang ada manusia yang merasa ada yang salah dari sistem yang sudah tertata rapi tersebut.
Bukankah para nabi juga begitu?
Manusia pada awalnya adalah bebas ibarat binatang yang hidup di alam liar
Kemudian mereka menemukan api untuk memasak makanan dan semenjak itulah mereka berbeda dari binatang.
Kemudian manusia mulai bisa berpikir, mereka tidak takut gelap lagi karena sudah punya api dan mulai berhenti menyembah sang matahari. Karena rupanya sang matahari itu bukanlah yang paling berkuasa didunia ini.
Manusia semakin lama semakin pintar karena makanan yang semakin beragam otak mereka bisa berkembang lebih maksimal.  Kemudian mereka percaya kepada dewa-dewi yang ada diatas langit. Karena mereka tidak pernah bisa terbang dan melihat apa isi langit itu jadi mereka percaya ada dewa-dewa diatas sana yang membuat matahari, yang menciptakan hujan,  yang menciptakan badai,  yang membuat malam.  Semua itu berasal dari langit jadi sudah pasti dilangit sana ada istana para dewa-dewi.
Lalu beberapa ribu tahun kemudian para yahudi mulai memahami kalau dewa-dewi itu hanyalah dongeng semata.  Apa yang mereka sebut kehidupan diatas langit itu adalah tidaklah ada.  Tuhan itu adalah satu kesatuan yang utuh, Dialah yang membuat semuanya pagi,  siang,  malam,  hujan,  badai,  semua terjadi atas kuasaNya. Tapi tetap saja tuhan itu berada di langit.
Lalu kemudian manusia menemukan cara untuk terbang,  akhirnya mereka sadar langit itu adalah hampa dan pengetahuan mengajarkan mereka bagaimana hujan itu terjadi,  kenapa ada siang dan kenapa ada malam? Semua bisa dijelaskan secara ilmiah.
Lantas bagaimana eksistensi tuhan itu sendiri?
Pada akhirnya manusia jugalah yang memilih
Memilih untuk percaya pada apa
Memilih untuk percaya dengan cara bagaimana
Lantas apakah defenisi tuhan itu?
Bukankah nilai-nilai moral yang tertanam dimasyarakat, dimana tuhan adalah ide yang murni dari idealisme itu sendiri.
Sebuah titik tertentu dimana kau tidak bisa mengungkapkan keajaiban alam semesta dengan nalarmu ataupun dengan metode berpikir logikamu.
Sesuatu yang kau puja-puja diatas segalanya karena itulah kesempurnaan itu sendiri.
Tuhan tidaklah berada diatas langit tapi dihati setiap manusia yang mendamba akan kedamaian dan kesempurnaan hidup dialam semesta ini.
Tuhan adalah sebuah materiealisme ide yang selalu menjadi paduan hidup manusia dalam kesehariannya
Saat tidak berdaya dan diuji dengan kehidupan yang berat tuhan menjadi harapan melalui doa-doa
Saat hidup berada di puncak kejayaan dan bergelimang harta tuhan menjadi alasan untuk tidak menjadi sombong dan peduli pada sesama
Tiada yang lebih sempurna dari Tuhan itu sendiri karena manusialah yang membuat standar atas idealisme hidup dalam alam semesta ini dan manusialah kemudian yang menyebutnya dengan Tuhan.

Rabu, 06 Agustus 2014

Damai Masa Lalu

Mestinya minta maaf pada diri sendiri dahulu
Mestinya berjanji pada diri sendiri dahulu
Gadismu ini tidaklah menepati janji
Gadismu ini takkan meminta maaf untuk itu
Bukankah dia juga tidak akan memaafkanmu?
Mestinya berdamai dahululah dengan hati
Biar semua berlalu jangan bawa bersama jiwamu
Jangan bergantung, terombang-ambing ditengah kenangan
Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya
Gadismu ini sajalah yang tidak bahagia
Gadismu ini sajalah yang berjalan bersama rasa bersalahnya 
Mestinya dia melihat masa depannya, bukan kebahagianmu
Mestinya Memaafkan dirinya sendiri untukmu 
Gadismu ini membawa masalalu yang gentayangan bagai hantu
Sampai lupa kalau pintu selalu tertutup pada yang baru
Mestinya berdamai dahulu dengan masa lalu
Kunjungi dia sesaat setiap kamu rindu
Gadismu ini belajar dari penderitaanmu 
Gadismu ini melihat banyak saat kembali dari kenangan
Mestinya menatap jiwa baru
Mestinya melangkah penuh yakin
Gadismu ini mulai bermimpi dengan yang baru







Kamis, 10 April 2014

26 Tahun : Sebuah Renungan atau Sebuah Curahan?

Begitu terbangun pada hari kamis 3 April kemarin, saya berpikir, hei... Saya sudah 26 tahun  dan apa yang telah saya perbuat selama ini? Apakah sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan ataukah malah jauh dari ekspetasi?. Pada setiap hari ulang tahun saya, saya selalu sempatkan beberapa jam untuk mengevaluasi diri. Dan sepertinya pada 26 tahun umur saya ini saya mendapatkan banyak pemikiran yang amat berharga. 

Permasalahan pertama adalah Terkadang ketika kita bertemu dengan orang yang kita anggap spesial akan langsung mempunyai ekspektasi yang melebihi dari selama ini kita pikirkan. Anggaplah kita selama ini selalu membuat skala prioritas untuk yang kita anggap spesial dengan sebuah feedback dimana suatu saat dia akan membuat perlakuan sama dengan yang kita inginkan. Saya selalu pikir manusia disekeliling saya juga punya pemikiran seperti itu. Memang pada dasarnya hidup lebih sering ada take and give dibanding tanpa pamrih. Jarang ada orang yang berbuat baik tanpa maksud tertentu. Ada saat dimana seseorang begitu baik dan melakukan segalanya untuk kita namun ketika keinginannya terhadap kita tidak tercapai maka dia akan melupakan kita begitu saja. 

Permasalahan kedua adalah bagaimana kita selalu tergantung dan terlalu berharap terhadap janji yang orang lain berikan. Sejujurnya setiap orang sudah pasti pernah tidak menepati janjinya. Hal itu bisa dimaklumi dan dimaafkan tapi setelah kita memaafkan dan memaklumi sudah tentu kita punya penilaian yang berbeda terhadap orang tersebut. Kebanyakan orang sering kali menjanjikan sesuatu dengan begitu mudahnya dan ketika dia merasa tidak memungkinkan untuk memenuhi janji itu maka dia akan mencoba mengulur-ngulur waktu , membuat alasan, dan mencari segala kemungkinan alasan pembenaran yang menjadikan mereka sebagai mulut manis pemberi harapan palsu.

Permasalahan ketiga adalah mengenai analisa prilaku seseorang terhadap kita. Ada banyak tipikal manusia dibumi ini tapi satu yang paling mengenaskan adalah orang yang dihadapan kita berbicara manis namun dibelakang kita selalu berkata buruk. Ada banyak orang yang suka berbuat superior terhadap orng lain, tidak pernah mau disalahkan dan selalu menyalahkan orng lain kalau ada sebuah kesalahan. Bukannya mencari solusi malah memperkeruh masalah dgn cara mecari alasan pembenaran sendiri melalui pembicaraan dibelakang layar tanpa berani berbicara langsung di publik yang terbuka.

Permasalahan keempat adalah ideologi yang menurut kalangan umum adalah salah. Baru belakangan ini saya berani berkata dengan terbuka bahwa saya adalah seorang rasionalis pendukung paham marxist dan seorang yang pro sekulerisme. Dimana ajaran-ajaran tersebut selalu di vonis salah dan sesat oleh semua kalangan beragama. Saya terkadang ingin menjelaskan bahwa itu hanya paham saja tidak ad hubungannya dengan agama, seperti tan malaka dan kamerad-kamerad revolusionir kiri lainnya yang tetap taat beribadah walaupun mereka adalah murid sejati dari Karl Marx, tapi ketidak terbukaan orang lain terhadap paham inilah yang membuat semua penganut dan penggagum paham ini dianggap tidak benar dan ada yang salah dengan mereka, karena mereka punya pemahaman yang berdasarkan pada peraturan agama. Saya terkadang berpikir memangnya ada yang salah dengan mempertanyakan sebuah kebijakan yang ada dalam sebuah agama jika itu memang benar-benar perlu di pertanyakan? Atau kita harus tetap diam dan menurut seperti apa kata agama walaupun itu salah?. Dan mereka kemudian menganggap saya lucu dan berkata " tunggulah suatu saat.., kamu akan mendapat hidayah" . 

Sebelum saya merenungi matang-matang pada hari saya pas berulang tahun yang ke 26 kemarin, reaksi saya terhadap permasalahan-permasalahan diatas mungkin tidak akan sama dengan sekarang. Mungkin saja sebelumnya saya begitu frontal dan berkoar-koar dalam menghadapi setiap permasalahan. Bagaikan aktivis garis keras yang secara tegas dan idealis berkata tidak untuk tidak dan iya untuk iya. Namun sekarang mungkin saya lebih berpikir secara fleksibel dan memikirkan segala kemungkinan.

Hal yang terpenting adalah bukan apa yang orang pikirkan tentang kita atau bukan apa yang orang lakukan terhadap kita melainkan bagaimana reaksi kita ketika orang lain memperlakukan kita seperti itu.
Rasa benci, marah, sakit hati, di khianati, dan dicemooh tentu saja ada di dalam hati namun hal yang terbaik adalah bukan membalas apa yang mereka perbuat terhadap kita melainkan merelakan dan menganggap itu semua pasti ada hikmahnya. 

Semua orang pasti memiliki alasan tertentu kenapa dia berbuat seperti itu dan sebagai seseorang kita juga harus selalu memikirkan alasan paling positif dari semua itu. Bukan untuk dapat memaklumi orang-orang yang membuat kita sakit hati melainkan hanya untuk suggest terhadap diri sendiri agar tidak terlalu larut dalam amarah dan rasa sakit berkepanjangan. Karena terkadang yang paling menyedihkan dari semua itu bukanlah kapabilitas seseorang dalam memenuhi janji ataupun dalam membuktikan kenyataan perkataannya melainkan bagaimana kita tidak akan bisa mempercayai orang itu lagi apa bila dia tidak punya kredibilitas tersebut. 

Yah.. Paling tidak saya tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan terhadap hal yang orang lain lakukan terhadap saya  sekalipun itu menyakitkan namun tetap saya merasa sedih karena lagi-lagi saya telah kehilangan orang-orang  yang tadinya mungkin bisa dipercaya ataupun punya kapabilitas.

Kamis, 23 Januari 2014

The Moon and The Sun Flower

Rembulan benci ketika hujan datang dimusim panas, Benci ketika cahaya temaramnya tertutup oleh awan gelap yang membawa hujan. Sia-sialah sudah tebaran bintang dilangit yang menemaninya tidak kelihatan bersinar sama sekali malam ini.  Kali ini rembulan hendak bersinar dengan penuh, perlahan-lahan dia terbit seiring tenggelamnya sang matahari. 
Suasana senja saat itu membuat rembulan begitu bahagia, kali ini akan banyak orang yang melihat keindahannya ditambah summer triangle yg mengelilingi milky way akan menemani sang rembulan di malam musim panas. Semakin Senyapnya malam semakin indah pulalah cahaya yang muncul dari sang rembulan sebagai berkah dari luna selena. Namun sayang sungguh hujan tampaknya iri dengan kehangatan rembulan kali ini. Hujan datang bersama awan hitam menutup semua fantatisme keindahan malam. Kalau sudah begini siapa yang sudi menatap lagit dimalam hari lagi?  siapa yang akan mengagumi cahaya rembulan yang begitu hangat dan penuh malam ini? Semua orang akan berlindung, semua orang akan hanya mendengarkan bunyi hujan dibalik jendela mereka. Katakanlah ada yang begitu ingin melihat rembulan malam ini, namun ketika dia menatap langit dan menengadahkan kepala tetesan hujan malah menyakiti matanya. Bahkan dalam sebuah banyanganpun dia tidak akan bisa menemukan rembulan malam ini.
Rembulan pun menjadi iri pada sang matahari. Bukankah sang hujan bertindak sangat tidak adil terhadapnya. Hujan tidak akan pernah menutup sinar matahari, sederas apapun hujan turun,sekelam apapun awan yang ikut bersamanya tetap saja sinar matahari akan selalu kelihatan. Bahkan setelah semua hujan itu reda akan ada pelangi yang muncul menghias indahnya langit. Rembulan ingin sekali menjadi matahari, kali ini benar-benar menjadi matahari sesungguhnya. Tidak hanya mendapat biasan cahaya matahari seperti sekarang ini. Rembulan ingin muncul di siang hari, menemani setiap orang melakukan kegiatan mereka, mungkin memang tidak akan ada yg meluangkan waktu untuk sekedar mengamatinya tetapi setiap orang akan mengharapkan kehadirannya.
Rembulan ingin melihat bagaimana bunga matahari itu mekar. Dia ingin semua bungamatahari mengikuti cahayanya seperti yang mereka lakukan pada sang matahari.  Rembulan membayangkan betapa indahnya hamparan bunga yang semakin kekuningan ketika terkena cahaya matahari itu.
Dia tidak pernah melihat bunga matahari mekar, yang dia lihat hanyalah bunga matahari yang tertunduk layu seperti ketakutan akan cahaya rembulan malam. Tidakkah bunga matahari tau kalau dia sang rembulan juga punya kehangatan layaknya sang matahari. Kenapa bunga matahari tetap tidak mau mekar saat dia ada, padahal rembulan begitu ingin melihat susunan kelopak-kelopak bungamatahari yang merupakan kesempurnaan dari sebuah penciptaan.
Mengapa rembulan begitu menginginkan bunga matahari? Dia sendiri mungkin kurang tau jawaban pastinya tetapi jauh didalam hatinya dia  mengagumi sebuah kesempurnaan. Bunga matahari bagaikan sebuah masterpiece baginya, tidakkah ada yang sadar bagaimana susunan dari lingkaran biji-bijinya begitu sempurna dan sangat indah di pandang mata. Rembulan hanya ingin menikmati keindahan seni dari bunga matahari itu makanya dia ingin menjadi matahari.
Rembulan pun mengemis pada semesta alam, tidakkah dia punya kesempatan melihat bunga matahari mekar malam ini saja? Rembulan tau hujan sedang turun tetapi tidak bisakah semesta alam ini berhenti melakukan hal-hal yang sesuai dengan  hukum alam sekejab saja? Ditengah pengharapan itu, rembulan tahu adalah koyol jika bermimpi tentang bungamatahari yang akan mengikuti kemana cahaya redupnya bergerak. Tetapi apakah dia tidak bisa bermimpi sama sekali?

Jumat, 03 Januari 2014

The Everlasting Woman


 Tribute to My Mother Who always has a different way of loving me

Baginya kebijakan adalah hal yang asing, bukanlah pemberi keadilan tetapi memberi cara untuk bertahan hidup. Mengajari sesuatu begitu keras bahkan untuk jiwa pemberontak sekalipun. Hatiku begitu lama terkurung oleh dogma dan hal-hal fundamental yang diberi olehnya. Ada batasan dimana diriku tidak bisa melakukan hal-hal yang ingin kulakukan hanya karena aku bukanlah saudara-saudaraku

Aku akan berpikir dan mungkin masih berpikir kalau kasih sayang yang dia beri tidaklah seperti yang kuharapkan. Sesuatu yang menyenangkan bagiku adalah yang tidak masuk akal baginya. Aku selalu minta disetarakan tetapi baginya wanita punya cara lain untuk menjalani hidup. Mungkin dia berpikir aku terlalu keras entah itu karena tempaan masa lalu atau karena keegoisanku aku juga tidak mengerti.

Kami adalah dua wanita yang selalu berkonfrontasi, punya cara masing-masing dalam menjalani hidup dan cara itu tidak pernah sekalipun mempunyai titik temu. Aku tau dia ingin seorang anak perempuan seperti tetangga sebelah bisa diajak bercerita tentang baju apa yang cantik dipakai untuk kepesta. Atau dia ingin aku selalu bertanya padanya apakah sepatu yang kupakai sudah cocok dengan baju yang kukenakan? Tetapi yang dia dapat adalah anak perempuan yang bahkan tidak peduli dia sedang memakai celana yang setengah sobek sekalipun.  Aku bahkan tidak peduli dengan apa yang dibicarakan oleh orang-orang sekelilingku, mereka sebut aku gila maka gilalah aku. Tetapi dia selalu khawatir tentang apa yang mereka katakan tentangku.

Aku adalah wanita dan kuakui itu, walaupun tidak seperti yang dia inginkan tetapi aku punya mimpi melebihi seorang wanita yang selalu dia pikirkan. Tetapi  terkadang hal-hal yang menurutnya prinsipil itu adalah hal-hal yang omongkosong bagiku namun tetap kulakukan karena ada harga yang harus kuberikan padanya. Jadilah aku yang terbelah dua antara diriku yang sebenarnya dan diriku yang dia inginkan. Jadilah aku seorang pemimpi sejati hanya untuk melihat sebuah wajah yang akan selalu tersenyum saat memandangku dan dia bisa mengadalkan aku kapanpun dia mau. Karena semakin lama semakin aku sadar tidak mengapa semua mimpi itu terbuang demi sebuah abdiku padanya.

Pernah sekali aku ingin berontak, menghancurkan semuanya masa depan yang sudah tertata rapi, aku tidak ingin menjadi seseorang yang dapat dibanggakan. Aku hanya ingin mencapai kepuasan tertinggi dimana aku bisa merealisasikan semua imajinasi-imajinasi liarku, tanpa rumah, tanpa cinta, tanpa uang murni hanya sebuah kebebasan berekplorasi terhadap diri sendiri demi mencari makna yang paling diingini oleh hati.  Aku berpikir tidakkah dia mau tau kalau aku ingin menjadi seseorang yang benar-benar aku, jangan pedulikan apa kata mereka karena aku tidak ingin hidup hanya untuk memperjuangkan harga diri atau lepas dari penderitaan semata. Aku tidak ingin hidup hanya untuk materi atau masa depan dimana semua orang akan terkesima melihatnya. Tetapi bukankah itu yang membuat dia bangga?

Lalu aku melihat tetesan keringat yang berjatuhan di tempa sang matahari, bukankah kami hidup sudah begitu keras? Aku bertanya dalam hati. Aku lalu melihat airmata lukanya saat semua orang mencemooh dan meragukan kami. Aku ingin tampar wajah mereka semua, begitu congkak sampai tidak ada ruang untuk belaskasihan. Aku bersumpah  demi apapun itu kalau suatu saat mereka akan melihat hal-hal yang mereka cemooh itu tidaklah pantas. Aku akan mencapai titik dimana orang tidak akan memandang remeh lagi, buang dulu semua mimpi itu demi untuk menjaga agar airmata itu tidak akan pernah keluar lagi. Itulah arti dirinya bagiku.

Walaupun dia tidak sebijak seseorang yang aku sebut lebih menyayangiku dari siapapun didunia ini, tapi dia adalah wanita yang paling tangguh dari siapapun di dunia ini. Dia orang yang paling menyayangiku  tidaklah sekuat itu saat dia mencoba untuk menyerah dan meninggalkan kami dengan airmata luka yang menghiasi hatinya. Aku masih ingat ketika kami bertiga berbicara dari hati ke hati di sebuah ruangan sempit rumah sakit, dimana seorang bijak itu sudah melupakan idealismenya demi untuk sebuah rasa sakit hati pada congkaknya hidup ini kepada kami. Dan mulai saat itu aku bahkan sudah menutup pintu hatiku untuk sebuah hidup yang lebih layak yang dia inginkan dariku.

Aku akan terus hidup seperti ini hanya untuk melihat dia bahagia dan berani berkata kepada orang lain kalau dia punya seseorang yang bisa diandalkan, kita akan menjadi kekuatan satu sama lain. Dua wanita yang selalu berkonfrontasi saling mengisi kehidupan masing-masing. Saat aku mulai lemah dan benar-benar ingin bermimpi maka aku akan datang kepangkuannya kemudian mendegarkan cerita tentang kerasnya hidup menempa kami dan bagaimana kami bisa kehilangan  seseorang yang paling bijak dalam hidup kami. Dan itu akan membuat aku bertahan hidup lagi

Bahkan semakin lama semakin aku menyadari, ketika semua keterbatasan adalah lawan terbesarmu kenapa kau tidak mengalah saja pada keterbatasan itu. Aku bukanlah seorang yang pesimis akan hidup tetapi aku hanya sedang belajar untuk lebih realistis dan pragmatis dalam memandang hidup. Perlahan-lahan kebutuhan akan memudarkan nilai-nilai dari idealisme yang ada pada diriku. Tidak mengapa rasa sayang yang kudapat tidak sebanyak mereka, itu adalah caranya mengajarkan aku kemandirian. Tidak mengapa dogma demi dogma kudapatkan, itu semua akan mengantarkan aku kepada sebuah pemikiran yang dapat berargumen dengan lugas. Tidak mengapa konfrontasi demi konfrontasi dan perseturuan mengenai ketidakadilan genderisasi kudapatkan, karena itu adalah cara dia membuat aku menjadi sempurna.  Tidak ada yang kekal didalam kehidupanku melainkan sebuah senyum yang selalu ingin kulihat dari wajahnya. Karena bagiku dia adalah “Everlasting Woman”. 

Rabu, 20 Maret 2013

After the Long Time Has Gone

Yah.., akhirnya saya ada niat lagi buat menulis di blog ini, setelah bertahun-tahun tak perah menyentuhnya lagi. well, tidak ada yang spesial hari ini ataupun tentang postingan ini cuma ingin mengasah kemampuan menulis saja.
 Saya belakangan ini mempunyai ide tentang sebuah sifat yang baru, saya juga belum tahu apa kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, temanya kurang lebih seperti "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Rasanya seperti kamu begitu merindukan seseorang tapi kamu benci ketika bertemu atau ada saja hal lain yang membuat dia terlihat salah dimatamu, kamu tak ingin kehilangan dia tapi tidak ada perasaan apa-apa tidak ada getaran ketika bertemu. Mungkin sebagai bahan pemikiran kita perlu mengkaji ulang lagi tentang apa sebenarnya makna dari cinta itu sendiri, terkadang manusia begitu mudah berkata "dialah cintaku, dialah belahan jiwaku" "aku tak ingin berpisah dengannya" tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka tak merasa apa-apa.
Sebenarnya saya menemukan beberapa alasan kenapa kita terkadang merasa "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Tapi masih sedikit ragu apakah ini benar atau tidak. Pertama mungkin karena kamu merasa begitu kesepian, katakanlah kamu sudah lama berpisah dengan kekasih lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul menawarkan segalanya padamu, kamu berpikir "dia baik, dan aku mulai menyukainya" dan kemudian kalian berdua menjalin hubungan yang lebih serius, kamu tentu saja bahagia karena kamu telah kesepian begitu lama , kamu begitu merindukannya sampai ingin mati kemudian kamu ingin bertemu dengannya tetapi setelah bertemu rasanya hambar. Hal ini sebenarnya kurang lebih karena dia bukanah orang yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Kamu kesepian, kamu butuh seseorang dan secara kebetulan kamu bertemu dengan dia tanpa sadar sebearnya jauh dilubuk hati kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian.
Kedua, mungkin karena hubungan yang terlalu cepat, kalian baru bertemu beberapa kali tapi entah kenapa dan entah dasar apa kalian mulai menjalin suatu hubungan. Yah, hubungan yang terjadi dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan berjalan dengan mulus, satu sama lain bahkan belum tahu bagaima sifat masing-masing, bagaimana mungkin bisa menjalin hubungan yang seperti diharapkan oleh kebanyakn orang. Semua hal didunia ini pasti butuh penjajakan bukan. Bagaimana kamu bisa bilanng "aku cinta padamu" dengan begitu mudah hanya untuk membuat pasanganmu senang atau hanya untuk membuat segala sesuatu terasa lebih baik, padahal kamu sama sekali tidak merasakan getaran apa-apa ketika bertemu dengannya.
Yang terakhir mungkin adalah ketika perasaanmu terbagi dua, kamu mencintainya dan kamu juga mencintai yang lain sampai-sampai kamu tidak bisa memutuskan siapa yang lebih kau cintai. Ini adalah posisi yang paling sulit dari semua posisi yang ada. Mungkin kejam membandingkn cinta yang satu dengan cinta yang lainya tapi untuk kondisi seperti ini kamu benar-benar membutuhkannya.Carilah mana orang yang paling membuat hatimu bergetar ketika bertemu, carilah mana yang benar-benar kau peduli. Maka kamu bakalan tahu perasaan yang sebenarnya.
well, mungkin cukup sekian untuk postingan ini.

Senin, 24 Januari 2011

Eksistensi Tuhan

Ada banyak fenomena di dunia ini yang tidak bisa terpecahkan dengan akal sehat dan ilmu logika. Ada yang bilang namanya mistik atau supranatural. Tapi aku lebih suka menyebutnya meta fisika. Terkadang memang hal-hal seperti ini tidak bisa dicari pembenarannya dengan ilmu pasti, dan kita juga sering mendengar cerita-ceritanya hanya dari mulut kemulut tanpa kita ketahui apakah itu memang benar-benar atau tidak. Dari segi logika jika kita bahas mungkin hal-hal berbau mistik itu adalah salah satu bagian dari imajinasi manusia dimana jika manusia menemukan sesuatu yang tidak dapat dijelaskan asal-usulnya ataupun apa penyebabnya, kita jadi membuat kesimpulan bahwa hal itu terjadi sebagai akibat dari perbuatan mistik. Dari segi logika juga kita bisa membuat suatu teori bahwa konsep tentang tuhan adalah suatu pemikiran dari manusia, wahyu hanyalah sesuatu inspirasi yang datang dari seorang manusia yang pada dasarnya memiliki kecerdasan diatas rata-rata manusia biasa. Mungkin waktu dulu mereka tidak bisa menjelaskan dengan ilmu pengetahuan apa yang mereka anggap benar, dan seandainya mereka bisa menjelaskannya dengan satu logika pemikiran tetap saja orang akan lebih mudah mencerna jika dijelaskan dengan mitos yang sederhana. Suatu agama mungkin saja terlahir dari buah-buah pemikiran seorang jenius dimana dia pada suatu titik tertentu tidak dapat menjelaskan terjadinya sebuah fenomena alam sehingga jawaban yang paling tepat adalah semua fenomena alam itu diciptakan oleh sang penguasa alam yaitu tuhan. Baik yang hanya percaya pada satu tuhan ataupun yang percaya pada banyak tuhan. Walaupun logikanya begitu, tapi tidak ada salahnya mengikuti ajaran suatu agama apabila itu untuk suatu kebaikan. Mungkin saja dulu agama dibuat agar manusia takut untuk membuat suatu kejahatan bayangkan saja seandainya tidak ada ancaman seperti surga dan neraka, maka manusia takkan takut membuat kejahatan. Jadi esensi yang sebenarnya adalah tidak perduli surga itu ada atau tidak yang paling penting adalah berbuat kebaikan.

Tapi selogika apapun kita berpikir tetap saja kita tidak bisa mengesampingkan fenomena ghaib yang ada disekitar kita terlepas itu hanya imajinasi ataupun khayalan semata tetapi ada beberapa hal yang membuatku percaya bahwa tuhan itu sebenarnya ada. Seperti kata ibuku setiap hal benda, zat, dan apapun yang ada pasti ada penciptanya jadi bukankah berarti manusia pasti ada penciptanya, tapi siapa??. Untuk menjawab hal ini makan kembali kepada konsep yang di awal sudah dijelaskan dimana ketika kita menemukan suatu pertanyaan yang jawabannya tidak bisa dijelaskan dengan logika maka kita harus menjawabnya dengan jawaban yang paling sederhana yakni kembali kepada tuhan.

Mungkin teori yang kukemukakan ini terdengar aneh dan mungkin saja banyak yang akan menghujat. Tapi bukankan ini hanya sebuah teori. Sama seperti tero darwin tentang evolusi manusia. Dia telah membuat gebrakan bagi ilmu pengetahuan tapi kenapa dia malah dihujat habis-habisan oleh pihak gereja. Dalam hal ini sebenarnya ilmu pengetahuan tidak akan bisa disejajarkan dengan agama. Mereka akan selalu berjalan dijalurnya msing-masing dimana ilmu pengetahuan akan selalu berpijak pada logika berdasarkan penelitian sebab akibat yang menghasilkan teori yang dapat dibuktikan kebenarannya. Sedangkan agama akan selalu berpijak kepada kepercayaan akan eksistensi tuhan dalam menciptakan segalanya dalam dunia. Aku adalah tipikal yang hanya percaya kepada hal-hal yang berhubungan dengan logika tapi disatu sisi aku juga punya suatu pegangan yang akan kubawa sampai mati yakni " aku akan tetap percaya kepada tuhan dan keyakinan yang kuanut saat ini". Sebenarnya alasannya sederhana sekali karena hal itu adalah merupakan suatu prinsip dan komitmen yang harus ada dalam setiap diri manusia untuk menunjukkan jati dirinya. Lagi pula selama logikaku bilang hal itu adalah merupakan suatu kebaikan, dan selama hal-hal yang diperintahkan oleh agama itu membentuk suatu hal yang disebut dengan kebaikan dan kebahagiaan lalu kenapa kita harus tidak percaya?. Tetapi apabila menurut logikaku hal yang diperintahkan agama itu berdampak buruk maka aku akan menantang siapapun yang melakukaknnya tak peduli akan dosa yang akan menimpa dan tak peduli akan ada neraka yang menunggu.

Namun Kita sering kali terlalu buta pada kefanatikan sehingga terkadang-kadang kita tidak bisa menerima hal apapun yang diluar dari kepercayaan yang kita anut.kita mau melakukan apapun yang diperintahkan agama dan kita melakukannya dengan cara apapun termasuk kekerasan agar apa yang dicita-citakan agama itu dapat terwujud tanpa menyadari esensi sebenarnya yang diinginkan agama adalah sebuah perdamaian. Sudah saatnya sekarang kita tidak bisa hidup dalam suatu kepercayaan yang konvensional dan hanya melakukan sesuatu yang hanya didasarkan pada suatu kitab suci. Kita harus sudah lebih pintar membuat tafsiran, membaca sebuah kitab suci dengan teliti mengintegrasikannya dengan keadaan dan kondisi sekarang tetapi jangan membuat tafsiran yang didasarkan kepada kepentingan suatu kelompok tertentu karena itu hanya akan membuat eksistensi tuhan itu sendiri menjadi kabur.