Senin, 22 September 2014
Tuhan ( Sebuah Kontemplasi)
Jangan berdebat mengenai apa yang dikatakan oleh para nabi karena itu adalah hal yang memang tidak bisa didebat.
Jangan mempertanyakan apa isi kitab suci karena apa yang ditulis itulah yang harus dipercaya
Bukankah mereka para nabi-nabi termasuk titisan tuha, Orang-orang terpilih yang mempunyai daya pikir dan kekuatan alam bawah sadar yang melebihi manusia di jamannya
Bukankah kitab suci adalah apa yang dikatakan oleh tuhan melalui para nabi itu sendiri?
Jadi kenapa harus dipertanyakan?
Karena terkadang ada manusia yang merasa ada yang salah dari sistem yang sudah tertata rapi tersebut.
Bukankah para nabi juga begitu?
Manusia pada awalnya adalah bebas ibarat binatang yang hidup di alam liar
Kemudian mereka menemukan api untuk memasak makanan dan semenjak itulah mereka berbeda dari binatang.
Kemudian manusia mulai bisa berpikir, mereka tidak takut gelap lagi karena sudah punya api dan mulai berhenti menyembah sang matahari. Karena rupanya sang matahari itu bukanlah yang paling berkuasa didunia ini.
Manusia semakin lama semakin pintar karena makanan yang semakin beragam otak mereka bisa berkembang lebih maksimal. Kemudian mereka percaya kepada dewa-dewi yang ada diatas langit. Karena mereka tidak pernah bisa terbang dan melihat apa isi langit itu jadi mereka percaya ada dewa-dewa diatas sana yang membuat matahari, yang menciptakan hujan, yang menciptakan badai, yang membuat malam. Semua itu berasal dari langit jadi sudah pasti dilangit sana ada istana para dewa-dewi.
Lalu beberapa ribu tahun kemudian para yahudi mulai memahami kalau dewa-dewi itu hanyalah dongeng semata. Apa yang mereka sebut kehidupan diatas langit itu adalah tidaklah ada. Tuhan itu adalah satu kesatuan yang utuh, Dialah yang membuat semuanya pagi, siang, malam, hujan, badai, semua terjadi atas kuasaNya. Tapi tetap saja tuhan itu berada di langit.
Lalu kemudian manusia menemukan cara untuk terbang, akhirnya mereka sadar langit itu adalah hampa dan pengetahuan mengajarkan mereka bagaimana hujan itu terjadi, kenapa ada siang dan kenapa ada malam? Semua bisa dijelaskan secara ilmiah.
Lantas bagaimana eksistensi tuhan itu sendiri?
Pada akhirnya manusia jugalah yang memilih
Memilih untuk percaya pada apa
Memilih untuk percaya dengan cara bagaimana
Lantas apakah defenisi tuhan itu?
Bukankah nilai-nilai moral yang tertanam dimasyarakat, dimana tuhan adalah ide yang murni dari idealisme itu sendiri.
Sebuah titik tertentu dimana kau tidak bisa mengungkapkan keajaiban alam semesta dengan nalarmu ataupun dengan metode berpikir logikamu.
Sesuatu yang kau puja-puja diatas segalanya karena itulah kesempurnaan itu sendiri.
Tuhan tidaklah berada diatas langit tapi dihati setiap manusia yang mendamba akan kedamaian dan kesempurnaan hidup dialam semesta ini.
Tuhan adalah sebuah materiealisme ide yang selalu menjadi paduan hidup manusia dalam kesehariannya
Saat tidak berdaya dan diuji dengan kehidupan yang berat tuhan menjadi harapan melalui doa-doa
Saat hidup berada di puncak kejayaan dan bergelimang harta tuhan menjadi alasan untuk tidak menjadi sombong dan peduli pada sesama
Tiada yang lebih sempurna dari Tuhan itu sendiri karena manusialah yang membuat standar atas idealisme hidup dalam alam semesta ini dan manusialah kemudian yang menyebutnya dengan Tuhan.
Rabu, 06 Agustus 2014
Damai Masa Lalu
Kamis, 10 April 2014
26 Tahun : Sebuah Renungan atau Sebuah Curahan?
Hal yang terpenting adalah bukan apa yang orang pikirkan tentang kita atau bukan apa yang orang lakukan terhadap kita melainkan bagaimana reaksi kita ketika orang lain memperlakukan kita seperti itu.
Kamis, 23 Januari 2014
The Moon and The Sun Flower
Jumat, 03 Januari 2014
The Everlasting Woman
Rabu, 20 Maret 2013
After the Long Time Has Gone
Saya belakangan ini mempunyai ide tentang sebuah sifat yang baru, saya juga belum tahu apa kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, temanya kurang lebih seperti "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Rasanya seperti kamu begitu merindukan seseorang tapi kamu benci ketika bertemu atau ada saja hal lain yang membuat dia terlihat salah dimatamu, kamu tak ingin kehilangan dia tapi tidak ada perasaan apa-apa tidak ada getaran ketika bertemu. Mungkin sebagai bahan pemikiran kita perlu mengkaji ulang lagi tentang apa sebenarnya makna dari cinta itu sendiri, terkadang manusia begitu mudah berkata "dialah cintaku, dialah belahan jiwaku" "aku tak ingin berpisah dengannya" tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka tak merasa apa-apa.
Sebenarnya saya menemukan beberapa alasan kenapa kita terkadang merasa "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Tapi masih sedikit ragu apakah ini benar atau tidak. Pertama mungkin karena kamu merasa begitu kesepian, katakanlah kamu sudah lama berpisah dengan kekasih lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul menawarkan segalanya padamu, kamu berpikir "dia baik, dan aku mulai menyukainya" dan kemudian kalian berdua menjalin hubungan yang lebih serius, kamu tentu saja bahagia karena kamu telah kesepian begitu lama , kamu begitu merindukannya sampai ingin mati kemudian kamu ingin bertemu dengannya tetapi setelah bertemu rasanya hambar. Hal ini sebenarnya kurang lebih karena dia bukanah orang yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Kamu kesepian, kamu butuh seseorang dan secara kebetulan kamu bertemu dengan dia tanpa sadar sebearnya jauh dilubuk hati kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian.
Kedua, mungkin karena hubungan yang terlalu cepat, kalian baru bertemu beberapa kali tapi entah kenapa dan entah dasar apa kalian mulai menjalin suatu hubungan. Yah, hubungan yang terjadi dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan berjalan dengan mulus, satu sama lain bahkan belum tahu bagaima sifat masing-masing, bagaimana mungkin bisa menjalin hubungan yang seperti diharapkan oleh kebanyakn orang. Semua hal didunia ini pasti butuh penjajakan bukan. Bagaimana kamu bisa bilanng "aku cinta padamu" dengan begitu mudah hanya untuk membuat pasanganmu senang atau hanya untuk membuat segala sesuatu terasa lebih baik, padahal kamu sama sekali tidak merasakan getaran apa-apa ketika bertemu dengannya.
Yang terakhir mungkin adalah ketika perasaanmu terbagi dua, kamu mencintainya dan kamu juga mencintai yang lain sampai-sampai kamu tidak bisa memutuskan siapa yang lebih kau cintai. Ini adalah posisi yang paling sulit dari semua posisi yang ada. Mungkin kejam membandingkn cinta yang satu dengan cinta yang lainya tapi untuk kondisi seperti ini kamu benar-benar membutuhkannya.Carilah mana orang yang paling membuat hatimu bergetar ketika bertemu, carilah mana yang benar-benar kau peduli. Maka kamu bakalan tahu perasaan yang sebenarnya.
well, mungkin cukup sekian untuk postingan ini.
Senin, 24 Januari 2011
Eksistensi Tuhan
Tapi selogika apapun kita berpikir tetap saja kita tidak bisa mengesampingkan fenomena ghaib yang ada disekitar kita terlepas itu hanya imajinasi ataupun khayalan semata tetapi ada beberapa hal yang membuatku percaya bahwa tuhan itu sebenarnya ada. Seperti kata ibuku setiap hal benda, zat, dan apapun yang ada pasti ada penciptanya jadi bukankah berarti manusia pasti ada penciptanya, tapi siapa??. Untuk menjawab hal ini makan kembali kepada konsep yang di awal sudah dijelaskan dimana ketika kita menemukan suatu pertanyaan yang jawabannya tidak bisa dijelaskan dengan logika maka kita harus menjawabnya dengan jawaban yang paling sederhana yakni kembali kepada tuhan.
Mungkin teori yang kukemukakan ini terdengar aneh dan mungkin saja banyak yang akan menghujat. Tapi bukankan ini hanya sebuah teori. Sama seperti tero
Namun Kita sering kali terlalu buta pada kefanatikan sehingga terkadang-kadang kita tidak bisa menerima hal apapun yang diluar dari kepercayaan yang kita anut.kita mau melakukan apapun yang diperintahkan agama dan kita melakukannya dengan cara apapun termasuk kekerasan agar apa yang dicita-citakan agama itu dapat terwujud tanpa menyadari esensi sebenarnya yang diinginkan agama adalah sebuah perdamaian. Sudah saatnya sekarang kita tidak bisa hidup dalam suatu kepercayaan yang konvensional dan hanya melakukan sesuatu yang hanya didasarkan pada suatu kitab suci. Kita harus sudah lebih pintar membuat tafsiran, membaca sebuah kitab suci dengan teliti mengintegrasikannya dengan keadaan dan kondisi sekarang tetapi jangan membuat tafsiran yang didasarkan kepada kepentingan suatu kelompok tertentu karena itu hanya akan membuat eksistensi tuhan itu sendiri menjadi kabur.