Begini begitu hati kita selalu tak karuan
Terkadang satu persatu dari kenangan menyakiti kita
Aku tak ingat kapan terakhir aku katakan cinta
Tapi kamu adalah tempat dimana aku selalu berlabuh
Oleh karena itu, cintailah aku lagi apa adanya
Kesana kemari pergi datang lagi begitulah kita selalu berbagi
Ada saat aku berpaling ada saat kamu berpaling tapi kita selalu berakhir di jalan bersama
Ini cinta mungkin kekanak-kanakan, tunggulah saatnya dia menjadi dewasa.
More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.
Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Relationship. Tampilkan semua postingan
Kamis, 12 November 2015
cinta kanak-kanak
Sabtu, 27 September 2014
Fana dalam Nyata
Relung relung biru menjalar disisi nalar
Tatapan yang berisyarat marah ntah untuk siapa
Apa yang tersembunyi dari madu yang ternikmati
Berikan fantasi liar disela mimpi tengah malam
Sunyi sepi terlenyap sudah dalam keheningan
Wahai fajar jangan datang, biar tetap terjaga
Kami fana dalam nyata
Beribu kata tertahan dalam kenikmatan
Menusuk setiap hati yang terbawa
Ini perasaan bukanlah kesepian
Atau hati terlalu hampa sampai buta
Mati aku diujung kelam
Hidup.. Dimana dia?
Kucari tak ketemu, Kuhampa dia ada
Minggu, 25 Mei 2014
Syair Biru Malam Sendu
Kutanya pada malam tegarkah aku bagai karang?
Saat sendiri tanpamu
Pria terhebat dalam hidupku
Kenapa meninggalkanku saat yang kubutuhkan adalah kebijaksanaanmu
Manusia-manusia naïf itu
menyemburkan lahar ke wajahku
Panas, perih, luka, tanpamu bagaimana aku bisa
Manis wajah mereka hilang seiring pudarnya wajahmu diingatanku
Aku tidak takut menghantam badai, tapi aku takut akan pesanmu saat
itu
Kurindu berbagi malam biru dengamu
Mengutuk harta yang membuat manusia buta
Terjaga meredam murung agar airmatamu tidak terjatuh
Demi tuhan kenapa malam terakhir itu kita lalui dengan sendu?
Tak kusesali kau pergi, jutaan airmata ini hanyalah penyembuh luka
Karena kau priaku tidak akan pernah kembali lagi
Sesak dada terisi penyesalan ingin juga kutumpahkan
Idealismemu yang terikat padaku mencoba menutup lubang kosong dalam
hati
Tapi bagaimanapun wajah kecewa itu akan kupendam menjadi dendam
Katankanlah dari ujung
langit sana, bagaimana aku harus berbuat?
Mimpi indah tentang kehidupan telah hancur bersamamu
Manusia-manusia konyol itu telah berani menertawakan setiap airmata
yang jatuh dari pipiku
Lantas apa aku harus melupakan kebijakanmu dan membuat bajingan
diriku sendiri?
Kau selalu berkata semua niat yang baik akan menghasilkan hasil
yang baik pula
Sekalipun semua berpaling darimu kau tetap akan tersenyum bukan?
Aku tidak tahu bagaimana menjadi bijak saat kau tidak disisiku
Bisakah aku menawar rasa sakit dengan perbuatan baik itu sendiri?
Kau priaku dari ujung langit sana, bicaralah sekali saja dalam mimpi
pun tak apa
~ for my beloved father, the man that my mother adore ~
Jumat, 25 April 2014
Pragmatisme Cinta
Jangan ingatkan bagaimana kau menyanyikan sebuah lagu untukku
Karena kau mengharap sesuatu setelah itu.
Hapus ingatan tentang sebuah keromantisan tiada tara karena ada banyak perasaan yang bermain disana.
Kita berjalan bersama kebutaan. Aku sanggup hidup, aku sanggup berjanji tanpa peduli suatu saat itu akan kuingkari.
Aku bahagia saat kau peluk, tangisan datang bersama nafsu amarah dan konflik kemudian.
Tidak ada yang bisa kau tawarkan melainkan cinta itu katamu, itu hanya hasrat manusia semata pikirku.
Denganmu pernah kumencoba untuk menghilangkan pragmatis cintaku tapi malah kaulah orang yang membuat tawar menawar kemudian.
Rupanya seiring waktu berjalan matapun semakin terbuka. Kita harus melihat kiri kanan sebelum berjalan itulah katamu.
Lalu kausebut apa hubungan itu? Sebuah pasar tradisional kah?
Karena kau mengharap sesuatu setelah itu.
Hapus ingatan tentang sebuah keromantisan tiada tara karena ada banyak perasaan yang bermain disana.
Kita berjalan bersama kebutaan. Aku sanggup hidup, aku sanggup berjanji tanpa peduli suatu saat itu akan kuingkari.
Aku bahagia saat kau peluk, tangisan datang bersama nafsu amarah dan konflik kemudian.
Tidak ada yang bisa kau tawarkan melainkan cinta itu katamu, itu hanya hasrat manusia semata pikirku.
Denganmu pernah kumencoba untuk menghilangkan pragmatis cintaku tapi malah kaulah orang yang membuat tawar menawar kemudian.
Rupanya seiring waktu berjalan matapun semakin terbuka. Kita harus melihat kiri kanan sebelum berjalan itulah katamu.
Lalu kausebut apa hubungan itu? Sebuah pasar tradisional kah?
Kamis, 10 April 2014
26 Tahun : Sebuah Renungan atau Sebuah Curahan?
Begitu terbangun pada hari kamis 3 April kemarin, saya berpikir, hei... Saya sudah 26 tahun dan apa yang telah saya perbuat selama ini? Apakah sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan ataukah malah jauh dari ekspetasi?. Pada setiap hari ulang tahun saya, saya selalu sempatkan beberapa jam untuk mengevaluasi diri. Dan sepertinya pada 26 tahun umur saya ini saya mendapatkan banyak pemikiran yang amat berharga.
Permasalahan pertama adalah Terkadang ketika kita bertemu dengan orang yang kita anggap spesial akan langsung mempunyai ekspektasi yang melebihi dari selama ini kita pikirkan. Anggaplah kita selama ini selalu membuat skala prioritas untuk yang kita anggap spesial dengan sebuah feedback dimana suatu saat dia akan membuat perlakuan sama dengan yang kita inginkan. Saya selalu pikir manusia disekeliling saya juga punya pemikiran seperti itu. Memang pada dasarnya hidup lebih sering ada take and give dibanding tanpa pamrih. Jarang ada orang yang berbuat baik tanpa maksud tertentu. Ada saat dimana seseorang begitu baik dan melakukan segalanya untuk kita namun ketika keinginannya terhadap kita tidak tercapai maka dia akan melupakan kita begitu saja.
Permasalahan kedua adalah bagaimana kita selalu tergantung dan terlalu berharap terhadap janji yang orang lain berikan. Sejujurnya setiap orang sudah pasti pernah tidak menepati janjinya. Hal itu bisa dimaklumi dan dimaafkan tapi setelah kita memaafkan dan memaklumi sudah tentu kita punya penilaian yang berbeda terhadap orang tersebut. Kebanyakan orang sering kali menjanjikan sesuatu dengan begitu mudahnya dan ketika dia merasa tidak memungkinkan untuk memenuhi janji itu maka dia akan mencoba mengulur-ngulur waktu , membuat alasan, dan mencari segala kemungkinan alasan pembenaran yang menjadikan mereka sebagai mulut manis pemberi harapan palsu.
Permasalahan ketiga adalah mengenai analisa prilaku seseorang terhadap kita. Ada banyak tipikal manusia dibumi ini tapi satu yang paling mengenaskan adalah orang yang dihadapan kita berbicara manis namun dibelakang kita selalu berkata buruk. Ada banyak orang yang suka berbuat superior terhadap orng lain, tidak pernah mau disalahkan dan selalu menyalahkan orng lain kalau ada sebuah kesalahan. Bukannya mencari solusi malah memperkeruh masalah dgn cara mecari alasan pembenaran sendiri melalui pembicaraan dibelakang layar tanpa berani berbicara langsung di publik yang terbuka.
Permasalahan keempat adalah ideologi yang menurut kalangan umum adalah salah. Baru belakangan ini saya berani berkata dengan terbuka bahwa saya adalah seorang rasionalis pendukung paham marxist dan seorang yang pro sekulerisme. Dimana ajaran-ajaran tersebut selalu di vonis salah dan sesat oleh semua kalangan beragama. Saya terkadang ingin menjelaskan bahwa itu hanya paham saja tidak ad hubungannya dengan agama, seperti tan malaka dan kamerad-kamerad revolusionir kiri lainnya yang tetap taat beribadah walaupun mereka adalah murid sejati dari Karl Marx, tapi ketidak terbukaan orang lain terhadap paham inilah yang membuat semua penganut dan penggagum paham ini dianggap tidak benar dan ada yang salah dengan mereka, karena mereka punya pemahaman yang berdasarkan pada peraturan agama. Saya terkadang berpikir memangnya ada yang salah dengan mempertanyakan sebuah kebijakan yang ada dalam sebuah agama jika itu memang benar-benar perlu di pertanyakan? Atau kita harus tetap diam dan menurut seperti apa kata agama walaupun itu salah?. Dan mereka kemudian menganggap saya lucu dan berkata " tunggulah suatu saat.., kamu akan mendapat hidayah" .
Sebelum saya merenungi matang-matang pada hari saya pas berulang tahun yang ke 26 kemarin, reaksi saya terhadap permasalahan-permasalahan diatas mungkin tidak akan sama dengan sekarang. Mungkin saja sebelumnya saya begitu frontal dan berkoar-koar dalam menghadapi setiap permasalahan. Bagaikan aktivis garis keras yang secara tegas dan idealis berkata tidak untuk tidak dan iya untuk iya. Namun sekarang mungkin saya lebih berpikir secara fleksibel dan memikirkan segala kemungkinan.
Hal yang terpenting adalah bukan apa yang orang pikirkan tentang kita atau bukan apa yang orang lakukan terhadap kita melainkan bagaimana reaksi kita ketika orang lain memperlakukan kita seperti itu.
Rasa benci, marah, sakit hati, di khianati, dan dicemooh tentu saja ada di dalam hati namun hal yang terbaik adalah bukan membalas apa yang mereka perbuat terhadap kita melainkan merelakan dan menganggap itu semua pasti ada hikmahnya.
Semua orang pasti memiliki alasan tertentu kenapa dia berbuat seperti itu dan sebagai seseorang kita juga harus selalu memikirkan alasan paling positif dari semua itu. Bukan untuk dapat memaklumi orang-orang yang membuat kita sakit hati melainkan hanya untuk suggest terhadap diri sendiri agar tidak terlalu larut dalam amarah dan rasa sakit berkepanjangan. Karena terkadang yang paling menyedihkan dari semua itu bukanlah kapabilitas seseorang dalam memenuhi janji ataupun dalam membuktikan kenyataan perkataannya melainkan bagaimana kita tidak akan bisa mempercayai orang itu lagi apa bila dia tidak punya kredibilitas tersebut.
Yah.. Paling tidak saya tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan terhadap hal yang orang lain lakukan terhadap saya sekalipun itu menyakitkan namun tetap saya merasa sedih karena lagi-lagi saya telah kehilangan orang-orang yang tadinya mungkin bisa dipercaya ataupun punya kapabilitas.
Selasa, 05 November 2013
Filosofi Durian dan Mangga
Yang
pertama kali menerangkan filosofi ini kepada saya adalalah dosen saya waktu
jaman kuliah dulu (maaf pak saya lupa nama anda). Disela-sela perkuliahan yang
membuat penat dia berbagi sedikit entah inspirasi ataupun motivasi itu namanya.
Dia berkata kalau perempuan itu seharusnya seperti buah durian bukan buah
mangga. Semua mahasiswanya pada bingung kenapa harus buah durian dan mangga
dari sekian banyak buah-buah lain, saya yang dengan notabene tidak pernah
mendengarkan kuliahnya dengan serius (Karena asyik dengan imajinasi saya
sendiri) menjadi sedikit tergelitik untuk mendengarkan cerita sang dosen.
Mungkin saya agak sedikit lupa untuk menullis detailnya tetapi paling tidak
kira-kira penjelasan tentang buah durian dan mangga itu akan saya paparkan
ditulisan ini.
Seperti
yang semua orang tahu bagaimana permukaan buah durian itu berdurinya, mungkin
untuk menikmatinya butuh sebuah usaha keras dari harus menunggu dia jatuh
sendiri dari pohonnya itu pun kalau kamu beruntung (makanya kalau ketiban
rejeki itu sering disebut dengan ketiban durian runtuh) setelah itu kamu juga
butuh usaha dan kehati-hatian untuk membukanya jangan sampai tangan kamu
terluka jika terlalu terburu-buru untuk membukanya dan untuk membuka durian itu
ada teknik tertentu dimana kamu harus tahu terlebih dahulu dari sudut mana
membukanya pertama kali agar selanjutnya bisa dibuka dengan mudah (saya juga
tahu ini ketika menginterview tukang jualan durian lho). Memang agak sulit dan
memakan waktu yang lama, tetapi ketika kamu memakan duriannya maka akan ada
kepuasan tersendiri menikmatinya ditambahlagi dengan rasanya yang luar biasa
maka semua usaha kamu akan terasa terbayar.
Ketika
berbicara tentang buah mangga maka tidak akan sesulit buah durian, untuk cara
yang pertama kamu bisa ambil langsung aja itu buah mangga terserah mau matang
atau mengkal kalau kamu gak puya pohon mangga tinggal curi aja punya tetangga,
terus kalau mau cari yang matang kamu tinggal pencet-pencet aja tuh mangga
kalau udah lembek berarti udah boleh diambil, kalau masih keras juga boleh
diambil kok tetapi nanti harus dikarbit dulu baru boleh dimakan. Intinya tetap
harus sering-sering kamu liat dan kamu pencet-pencet deh itu buah mangga kalau
mau dinikmati. Cara kedua juga gak kalah gampangnya kamu tinggal beli mangga
dipasar, terus lakukan hal yang sama dengan cara pertama yaitu untuk memilih
mangga yang manis dan matang kamu harus mencium dan memencet-mencet itu buah
mangga.
Sekarang
saya ajak kamu untuk mengkonversikan kedua buah tersebut menjadi wanita, Wanita
pertama yang seperti durian yang gak akan mudah untuk didapatkan kamu harus
menunggu saat yang tepat untuk dia menyukai seseorang . Saat yang tepat yang
saya maksud adalah dalam rentang waktu yang sungguh sangat fleksibel, terkadang
kamu gak akan tahu kapan buah durian itu akan jatuh? Tetapi walaupun dia sudah
menyukai seseorang tetap butuh sebuah usaha yang keras untuk mendapatkan
hatinya sepenuhnya, itulah kenapa butuh sebuah
usaha, kesabaran, dan keahlian yang khusus untuk membuka hati seseorang.
Dan mungkin saja saat berusaha membuka hatinya itu kamu akan sedikit terluka
dibuatnya namun itu semua akan terbayar ketika kamu benar-benar memiliki
hatinya. Karena percayalah tipikal seperti ini akan benar-benar
mempertimbangkan usaha yang telah kamu lakukan dan sekali dia menyukai
seseorang dia akan mempertahankannya selamanya.
Tipikal
perempuan yang identik dengan buah mangga sebenarnya sangat mudah
didapatkan, karena pada dasarnya
kebanyakan wanita seperti buah mangga yang ada dimana-mana tanpa pandang musim,
mereka selalu ingin menarik perhatian melakukan segala cara untuk diperhatikan
oleh karena itu kamu tinggal memilih mana yang kamu suka dan mana yang mau kamu
beli. Untuk melihat matang atau tidaknya kamu bisa lihat dari penampilan bukan?.
Usaha yang kamu perlukan untuk tipikal seperti ini adalah materi, kamu lihat
seseorang dia cantik kamu punya segalanya dia mau sama kamu, kalau pun dia
tidak mau toh kamu tinggal karbit aja dan secara ekspress dia akan mau, tapi
yang menjadi masalah dengan tipikal seperti ini ada dua hal. Pertama sebuah
mangga mungkin kelihatan cantik, mulus, dan wangi tetapi ketika kamu makan
sungguh rasanya membuat sangat kecewa.Yang kedua buah mangga yang cantik,
mulus, dan wangi itu tadi mungkin rasanya manis juga tetapi kamu terlanjur
gampang untuk medapatkanya sehingga kamu merasa tidak begitu mendapat sebuah
kepuasan dan bosan.
Jujur
saya juga tidak tahu ditipikal mana saya berada, karena menurut padangan saya
yang bebas dan universal semua perempuan punya caranya sendiri dalam membentuk
sebuah hubungan, dan saya adalah orang yang tidak terlalu perduli dengan aturan
ataupun trik-trik dalam membangun sebuah hubungan, karena menurut hemat saya hal-hal
seperti itu akan membuang-buang waktu saja, bagaimana tidak kamu harus
pura-pura jadi seseorang yang bukan kamu hanya untuk membangun sebuah image
dihadapan orang lain, kalau kamu memang durian ya jadilah durian kalau kamu
adalah mangga memangnya kenapa? . Ada seseorang yang pernah bilang ke saya kalau
pada dasarnya perempuan itu menang dipilih tetapi laki-laki lebih menang lagi
karena merekalah memilih. Permasalahan yang sebenarnya adalah pada lelaki juga,
kalau mereka memilih buah mangga, mereka yang akan merasakan manis atau asamnya
mangga tersebut nantinya, tapi kalau dia lebih pintar dan lebih sabar lalu memilih
durian ya itulah wujud dari keidealisan dia sebagai laki-laki yang lebih
mengandalkan proses dalam mencari seorang pasangan .
Rabu, 23 Oktober 2013
An Office Hour Talk
Gak tau
kenapa saya tiba-tiba dapat inspirasi dari sebuah percakapan reguler tak tentu
arah yang sering terjadi di kantor dengan rekan-rekan kerja saya. Well,
sebagai sebuah permulaan saya ingin kasih tahu kalau teman-teman
sekantor saya orangnya semua sumpah gila asyik banget. Karena kita punya begitu
banyak waktu luang (mau nulis gak ada kerjaan, tapi takut nanti dibaca sama
bos) jadi kebanyakan kegiatan dikantor itu kalau gak main game, dengerin music
atau menggosip. Masing-masing dari kegitan tersebut punya kenikmatan tersendiri
dan setiap orang punya cara tersendiri untuk menikmatinya.
Dan yang
paling membuat kita bersatu adalah sebuah hal yang bernama gossip, kadang gossip yang kita bicarakan tak lebih mengenai
seputar kehidupan sehari-hari , masalah pekerjaan, masalah relationship, and ofcourse
sometimes we talk about sex too (Bagian yang paling buat otak anak muda
pada rusak tpi menurut para orangtua itu penting untuk pengetahuan).
Tapi
hari ini kita membicarakan sebuah topic yang menurut saya sangat “Dalam”,
semuanya dimulai ketika ada seorang wanita datang kekantor, yang mana menurut cowok-cowok yang ada di
kantor dia itu adalah tipikal cewek idamanny para cowok. Kenapa gak? Tutur katanya lembut,
cara jalannya anggun, pakai jilbab dan tampaknya kalau dijadikan istri bakalan
jadi penurut.
Karena
hal itu maka saya berinisiatif membuat sebuah survey darurat di kantor dan saya
Tanya kepada semua cowo-cowo yang ada dikantor baik yang udah menikah ataupun
belum menikah mengenai tipe wanita idaman itu seperti apa? (kurang kerjaan
banget saya yah?), ini juga sebenarnya bukan murni ide saya , Jadi dikantor itu
ada kumpulan “unmarried women” yang
penasaran banget apasih yang dicari para pria untuk mencari seorang pasangan
hidup, dan apa pandangan para pria mengenai wanita modern yang sudah melek
dengan emansipasi?. Dan hasil survey saya persis seperti dugaan saya
sebelumnya, yakni para pria lebih suka wanita lemah lembut, penurut, dan taat
beribadah kalau bisa yang berhijab (bagi yang muslim) atau yang rajin ke gereja
(Bagi yang non muslim) untuk dijadikan pasangan hidup. Tetapi walaupun
jawabannya sudah tertebak yang membuat saya “miris” banget itu adalah kenapa
pria lebih memilih tipikal wanita seperti itu?
Seorang
senior saya yang sudah menikah dengan tipikal cewek seperti diatas menjelaskan
kepada saya kalau esensinya sebenarnya laki-laki itu suka dibuat merasa berarti
dan memiliki tanggung jaawab, jadi kalau kita perempuan gak usah sok-sok bisa
segalanya lah kalau udah ada pekerjaan yang susah tinggal kasih senyum aja dan
minta tolong sama cowo pasti mereka merasa bangga dengan bisa membantu . Lagian
kalau kita selalu meminta bantuan kepada lelaki itu akan membuktikan peranannya
yang lebih mayoritas dibandingkan kita, karena itulah mengapa cowok suka cewek
yang lemah. Satu lagi kenapa cowok suka
cewek yang pendiam?,seperti yang kita tahu para “unmarried Women” yang udah melek emansipasi biasanya lebih disclosure alias terbuka kalau dia gak
suka bilang gak suka, kalau dia mau marah ya marah aja, nah sifat-sifat yang
kayak begini nih yang buat cowok gak suka, maunya cowok kan jdi cewek itu harus
bisa buat penasaran , cewek itu harus tertutup kalau suka jgn bilang
suka, kalau mau marah pura-pura biasa aja biar cowoknya penasaran dan semakin
penasaran sampai dia tidak tahu kalau dia sudah masuk ke perangkap si cewek .
Satu
lagi teman saya kasih alasan kenapa para cowok itu lebih suka ngeliat cewek
yang lemah lembut adalah karena cowok itu pada dasarnya punya ego yang tinggi,
secara dia cowok lho yang nanti bakalan jadi kepala keluarga ya pasti dong dia
mau nanti istri dan anak-anaknya harus nurut sama dia. Kadang-kadang kan para
cowok juga butuh diperhatikan katakanlah untuk hal yan simple saja seperti minta tolong bajunya disiapin sama istrinya,
atau minta disiapin kopi sama istri, atau minta istrinya nyemir sepatu tiap
pagi (masih ada gak ya kegiatan yg ini, nyemir sepatu gitu loh??), sebenarnya
bukan karena para cowo gak bisa ngelakuinnya Cuma dia pengen nunjukin aja
kalaua dial ho yang lebih dominan di keluarga. Nah hal-hal kecil seperti inilah
yang nntinya akan jarang para cowok dapatkan jika menikah dengan seorang wanita
karier dengan notebene sama sibuknya
seperti dia.
Jadi
buat kamu para cewek-cewek diluar sana kalau mau segera dapat jodoh segeralah
berubah jadi “old fashioned girl”
karena sejatinya dimasa modern seperti sekarang juga tetap para cowok sukanya
sama cewek-cewek seperti itu. Bagi mereka itu emansipasi ataupun kesetaraan
gender Cuma buat mereka semakin tak dianggap saja dan mereka tidak suka dengan
itu.
Karena
percakapan dikantor tersebut diatas saya juga teringat tentang nasehat teman
saya sewaktu saya sedikit curhat
mengenai kelakuan para cowok jaman sekarang, secara teman saya ini juga cowok
makanya kalau dia yang ngasi nasehat pasti manjur banget. Jadi intinya dia menyuruh saya berubah
menjadi “serigala berbulu domba”. Well, mungkin kesannya sadis banget tapi
initinya dia bilang para cowok itu lebih suka ditipu oleh penampilan, Kata teman saya coba aja nanti saya panjangin
rambut , ganti style yang agak-agak girlie gitu trus kalau bisa pakai behel
kayak anak-anak alai jaman sekarang pasti deh banyak yang ngelirik (Teman saya
ini memang seleranya cewek yang begitu kali ya?).
Tapi
tetap menurut saya apapun kata para laki-laki diatas mengenai tipikal cewek
idamannya tetap kita sebagai cewek harus bisa menjadi diri sendiri, jangan
sempat yang orang lain cintai itu adalah topeng kita bukan apa adanya kita.
Karena menurut saya pribadi terlepas dari apapun nasihat dari temen-temen cowok
saya tetap saya akan menjadi apa yang membuat saya nyaman. Karena terlepas dari
bagaimanapun sifat kita yang paling membuat sebuah hubungan itu berjalan dengan
lancar adalah 3S yaitu Saling menyayangi, Saling Mengerti, dan
Saling Memaafkan (ini kata-kata juga nyontek dari Bg. Dico teman sekantor
saya J).
Rabu, 20 Maret 2013
After the Long Time Has Gone
Yah.., akhirnya saya ada niat lagi buat menulis di blog ini, setelah bertahun-tahun tak perah menyentuhnya lagi. well, tidak ada yang spesial hari ini ataupun tentang postingan ini cuma ingin mengasah kemampuan menulis saja.
Saya belakangan ini mempunyai ide tentang sebuah sifat yang baru, saya juga belum tahu apa kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, temanya kurang lebih seperti "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Rasanya seperti kamu begitu merindukan seseorang tapi kamu benci ketika bertemu atau ada saja hal lain yang membuat dia terlihat salah dimatamu, kamu tak ingin kehilangan dia tapi tidak ada perasaan apa-apa tidak ada getaran ketika bertemu. Mungkin sebagai bahan pemikiran kita perlu mengkaji ulang lagi tentang apa sebenarnya makna dari cinta itu sendiri, terkadang manusia begitu mudah berkata "dialah cintaku, dialah belahan jiwaku" "aku tak ingin berpisah dengannya" tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka tak merasa apa-apa.
Sebenarnya saya menemukan beberapa alasan kenapa kita terkadang merasa "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Tapi masih sedikit ragu apakah ini benar atau tidak. Pertama mungkin karena kamu merasa begitu kesepian, katakanlah kamu sudah lama berpisah dengan kekasih lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul menawarkan segalanya padamu, kamu berpikir "dia baik, dan aku mulai menyukainya" dan kemudian kalian berdua menjalin hubungan yang lebih serius, kamu tentu saja bahagia karena kamu telah kesepian begitu lama , kamu begitu merindukannya sampai ingin mati kemudian kamu ingin bertemu dengannya tetapi setelah bertemu rasanya hambar. Hal ini sebenarnya kurang lebih karena dia bukanah orang yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Kamu kesepian, kamu butuh seseorang dan secara kebetulan kamu bertemu dengan dia tanpa sadar sebearnya jauh dilubuk hati kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian.
Kedua, mungkin karena hubungan yang terlalu cepat, kalian baru bertemu beberapa kali tapi entah kenapa dan entah dasar apa kalian mulai menjalin suatu hubungan. Yah, hubungan yang terjadi dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan berjalan dengan mulus, satu sama lain bahkan belum tahu bagaima sifat masing-masing, bagaimana mungkin bisa menjalin hubungan yang seperti diharapkan oleh kebanyakn orang. Semua hal didunia ini pasti butuh penjajakan bukan. Bagaimana kamu bisa bilanng "aku cinta padamu" dengan begitu mudah hanya untuk membuat pasanganmu senang atau hanya untuk membuat segala sesuatu terasa lebih baik, padahal kamu sama sekali tidak merasakan getaran apa-apa ketika bertemu dengannya.
Yang terakhir mungkin adalah ketika perasaanmu terbagi dua, kamu mencintainya dan kamu juga mencintai yang lain sampai-sampai kamu tidak bisa memutuskan siapa yang lebih kau cintai. Ini adalah posisi yang paling sulit dari semua posisi yang ada. Mungkin kejam membandingkn cinta yang satu dengan cinta yang lainya tapi untuk kondisi seperti ini kamu benar-benar membutuhkannya.Carilah mana orang yang paling membuat hatimu bergetar ketika bertemu, carilah mana yang benar-benar kau peduli. Maka kamu bakalan tahu perasaan yang sebenarnya.
well, mungkin cukup sekian untuk postingan ini.
Saya belakangan ini mempunyai ide tentang sebuah sifat yang baru, saya juga belum tahu apa kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, temanya kurang lebih seperti "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Rasanya seperti kamu begitu merindukan seseorang tapi kamu benci ketika bertemu atau ada saja hal lain yang membuat dia terlihat salah dimatamu, kamu tak ingin kehilangan dia tapi tidak ada perasaan apa-apa tidak ada getaran ketika bertemu. Mungkin sebagai bahan pemikiran kita perlu mengkaji ulang lagi tentang apa sebenarnya makna dari cinta itu sendiri, terkadang manusia begitu mudah berkata "dialah cintaku, dialah belahan jiwaku" "aku tak ingin berpisah dengannya" tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka tak merasa apa-apa.
Sebenarnya saya menemukan beberapa alasan kenapa kita terkadang merasa "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Tapi masih sedikit ragu apakah ini benar atau tidak. Pertama mungkin karena kamu merasa begitu kesepian, katakanlah kamu sudah lama berpisah dengan kekasih lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul menawarkan segalanya padamu, kamu berpikir "dia baik, dan aku mulai menyukainya" dan kemudian kalian berdua menjalin hubungan yang lebih serius, kamu tentu saja bahagia karena kamu telah kesepian begitu lama , kamu begitu merindukannya sampai ingin mati kemudian kamu ingin bertemu dengannya tetapi setelah bertemu rasanya hambar. Hal ini sebenarnya kurang lebih karena dia bukanah orang yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Kamu kesepian, kamu butuh seseorang dan secara kebetulan kamu bertemu dengan dia tanpa sadar sebearnya jauh dilubuk hati kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian.
Kedua, mungkin karena hubungan yang terlalu cepat, kalian baru bertemu beberapa kali tapi entah kenapa dan entah dasar apa kalian mulai menjalin suatu hubungan. Yah, hubungan yang terjadi dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan berjalan dengan mulus, satu sama lain bahkan belum tahu bagaima sifat masing-masing, bagaimana mungkin bisa menjalin hubungan yang seperti diharapkan oleh kebanyakn orang. Semua hal didunia ini pasti butuh penjajakan bukan. Bagaimana kamu bisa bilanng "aku cinta padamu" dengan begitu mudah hanya untuk membuat pasanganmu senang atau hanya untuk membuat segala sesuatu terasa lebih baik, padahal kamu sama sekali tidak merasakan getaran apa-apa ketika bertemu dengannya.
Yang terakhir mungkin adalah ketika perasaanmu terbagi dua, kamu mencintainya dan kamu juga mencintai yang lain sampai-sampai kamu tidak bisa memutuskan siapa yang lebih kau cintai. Ini adalah posisi yang paling sulit dari semua posisi yang ada. Mungkin kejam membandingkn cinta yang satu dengan cinta yang lainya tapi untuk kondisi seperti ini kamu benar-benar membutuhkannya.Carilah mana orang yang paling membuat hatimu bergetar ketika bertemu, carilah mana yang benar-benar kau peduli. Maka kamu bakalan tahu perasaan yang sebenarnya.
well, mungkin cukup sekian untuk postingan ini.
Langganan:
Komentar (Atom)