More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Trick. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

26 Tahun : Sebuah Renungan atau Sebuah Curahan?

Begitu terbangun pada hari kamis 3 April kemarin, saya berpikir, hei... Saya sudah 26 tahun  dan apa yang telah saya perbuat selama ini? Apakah sudah sesuai dengan apa yang saya inginkan ataukah malah jauh dari ekspetasi?. Pada setiap hari ulang tahun saya, saya selalu sempatkan beberapa jam untuk mengevaluasi diri. Dan sepertinya pada 26 tahun umur saya ini saya mendapatkan banyak pemikiran yang amat berharga. 

Permasalahan pertama adalah Terkadang ketika kita bertemu dengan orang yang kita anggap spesial akan langsung mempunyai ekspektasi yang melebihi dari selama ini kita pikirkan. Anggaplah kita selama ini selalu membuat skala prioritas untuk yang kita anggap spesial dengan sebuah feedback dimana suatu saat dia akan membuat perlakuan sama dengan yang kita inginkan. Saya selalu pikir manusia disekeliling saya juga punya pemikiran seperti itu. Memang pada dasarnya hidup lebih sering ada take and give dibanding tanpa pamrih. Jarang ada orang yang berbuat baik tanpa maksud tertentu. Ada saat dimana seseorang begitu baik dan melakukan segalanya untuk kita namun ketika keinginannya terhadap kita tidak tercapai maka dia akan melupakan kita begitu saja. 

Permasalahan kedua adalah bagaimana kita selalu tergantung dan terlalu berharap terhadap janji yang orang lain berikan. Sejujurnya setiap orang sudah pasti pernah tidak menepati janjinya. Hal itu bisa dimaklumi dan dimaafkan tapi setelah kita memaafkan dan memaklumi sudah tentu kita punya penilaian yang berbeda terhadap orang tersebut. Kebanyakan orang sering kali menjanjikan sesuatu dengan begitu mudahnya dan ketika dia merasa tidak memungkinkan untuk memenuhi janji itu maka dia akan mencoba mengulur-ngulur waktu , membuat alasan, dan mencari segala kemungkinan alasan pembenaran yang menjadikan mereka sebagai mulut manis pemberi harapan palsu.

Permasalahan ketiga adalah mengenai analisa prilaku seseorang terhadap kita. Ada banyak tipikal manusia dibumi ini tapi satu yang paling mengenaskan adalah orang yang dihadapan kita berbicara manis namun dibelakang kita selalu berkata buruk. Ada banyak orang yang suka berbuat superior terhadap orng lain, tidak pernah mau disalahkan dan selalu menyalahkan orng lain kalau ada sebuah kesalahan. Bukannya mencari solusi malah memperkeruh masalah dgn cara mecari alasan pembenaran sendiri melalui pembicaraan dibelakang layar tanpa berani berbicara langsung di publik yang terbuka.

Permasalahan keempat adalah ideologi yang menurut kalangan umum adalah salah. Baru belakangan ini saya berani berkata dengan terbuka bahwa saya adalah seorang rasionalis pendukung paham marxist dan seorang yang pro sekulerisme. Dimana ajaran-ajaran tersebut selalu di vonis salah dan sesat oleh semua kalangan beragama. Saya terkadang ingin menjelaskan bahwa itu hanya paham saja tidak ad hubungannya dengan agama, seperti tan malaka dan kamerad-kamerad revolusionir kiri lainnya yang tetap taat beribadah walaupun mereka adalah murid sejati dari Karl Marx, tapi ketidak terbukaan orang lain terhadap paham inilah yang membuat semua penganut dan penggagum paham ini dianggap tidak benar dan ada yang salah dengan mereka, karena mereka punya pemahaman yang berdasarkan pada peraturan agama. Saya terkadang berpikir memangnya ada yang salah dengan mempertanyakan sebuah kebijakan yang ada dalam sebuah agama jika itu memang benar-benar perlu di pertanyakan? Atau kita harus tetap diam dan menurut seperti apa kata agama walaupun itu salah?. Dan mereka kemudian menganggap saya lucu dan berkata " tunggulah suatu saat.., kamu akan mendapat hidayah" . 

Sebelum saya merenungi matang-matang pada hari saya pas berulang tahun yang ke 26 kemarin, reaksi saya terhadap permasalahan-permasalahan diatas mungkin tidak akan sama dengan sekarang. Mungkin saja sebelumnya saya begitu frontal dan berkoar-koar dalam menghadapi setiap permasalahan. Bagaikan aktivis garis keras yang secara tegas dan idealis berkata tidak untuk tidak dan iya untuk iya. Namun sekarang mungkin saya lebih berpikir secara fleksibel dan memikirkan segala kemungkinan.

Hal yang terpenting adalah bukan apa yang orang pikirkan tentang kita atau bukan apa yang orang lakukan terhadap kita melainkan bagaimana reaksi kita ketika orang lain memperlakukan kita seperti itu.
Rasa benci, marah, sakit hati, di khianati, dan dicemooh tentu saja ada di dalam hati namun hal yang terbaik adalah bukan membalas apa yang mereka perbuat terhadap kita melainkan merelakan dan menganggap itu semua pasti ada hikmahnya. 

Semua orang pasti memiliki alasan tertentu kenapa dia berbuat seperti itu dan sebagai seseorang kita juga harus selalu memikirkan alasan paling positif dari semua itu. Bukan untuk dapat memaklumi orang-orang yang membuat kita sakit hati melainkan hanya untuk suggest terhadap diri sendiri agar tidak terlalu larut dalam amarah dan rasa sakit berkepanjangan. Karena terkadang yang paling menyedihkan dari semua itu bukanlah kapabilitas seseorang dalam memenuhi janji ataupun dalam membuktikan kenyataan perkataannya melainkan bagaimana kita tidak akan bisa mempercayai orang itu lagi apa bila dia tidak punya kredibilitas tersebut. 

Yah.. Paling tidak saya tidak akan berlarut-larut dalam kesedihan terhadap hal yang orang lain lakukan terhadap saya  sekalipun itu menyakitkan namun tetap saya merasa sedih karena lagi-lagi saya telah kehilangan orang-orang  yang tadinya mungkin bisa dipercaya ataupun punya kapabilitas.

Selasa, 05 November 2013

Filosofi Durian dan Mangga




Yang pertama kali menerangkan filosofi ini kepada saya adalalah dosen saya waktu jaman kuliah dulu (maaf pak saya lupa nama anda). Disela-sela perkuliahan yang membuat penat dia berbagi sedikit entah inspirasi ataupun motivasi itu namanya. Dia berkata kalau perempuan itu seharusnya seperti buah durian bukan buah mangga. Semua mahasiswanya pada bingung kenapa harus buah durian dan mangga dari sekian banyak buah-buah lain, saya yang dengan notabene tidak pernah mendengarkan kuliahnya dengan serius (Karena asyik dengan imajinasi saya sendiri) menjadi sedikit tergelitik untuk mendengarkan cerita sang dosen. Mungkin saya agak sedikit lupa untuk menullis detailnya tetapi paling tidak kira-kira penjelasan tentang buah durian dan mangga itu akan saya paparkan ditulisan ini.

Seperti yang semua orang tahu bagaimana permukaan buah durian itu berdurinya, mungkin untuk menikmatinya butuh sebuah usaha keras dari harus menunggu dia jatuh sendiri dari pohonnya itu pun kalau kamu beruntung (makanya kalau ketiban rejeki itu sering disebut dengan ketiban durian runtuh) setelah itu kamu juga butuh usaha dan kehati-hatian untuk membukanya jangan sampai tangan kamu terluka jika terlalu terburu-buru untuk membukanya dan untuk membuka durian itu ada teknik tertentu dimana kamu harus tahu terlebih dahulu dari sudut mana membukanya pertama kali agar selanjutnya bisa dibuka dengan mudah (saya juga tahu ini ketika menginterview tukang jualan durian lho). Memang agak sulit dan memakan waktu yang lama, tetapi ketika kamu memakan duriannya maka akan ada kepuasan tersendiri menikmatinya ditambahlagi dengan rasanya yang luar biasa maka semua usaha kamu akan terasa terbayar.

Ketika berbicara tentang buah mangga maka tidak akan sesulit buah durian, untuk cara yang pertama kamu bisa ambil langsung aja itu buah mangga terserah mau matang atau mengkal kalau kamu gak puya pohon mangga tinggal curi aja punya tetangga, terus kalau mau cari yang matang kamu tinggal pencet-pencet aja tuh mangga kalau udah lembek berarti udah boleh diambil, kalau masih keras juga boleh diambil kok tetapi nanti harus dikarbit dulu baru boleh dimakan. Intinya tetap harus sering-sering kamu liat dan kamu pencet-pencet deh itu buah mangga kalau mau dinikmati. Cara kedua juga gak kalah gampangnya kamu tinggal beli mangga dipasar, terus lakukan hal yang sama dengan cara pertama yaitu untuk memilih mangga yang manis dan matang kamu harus mencium dan memencet-mencet itu buah mangga.

Sekarang saya ajak kamu untuk mengkonversikan kedua buah tersebut menjadi wanita, Wanita pertama yang seperti durian yang gak akan mudah untuk didapatkan kamu harus menunggu saat yang tepat untuk dia menyukai seseorang . Saat yang tepat yang saya maksud adalah dalam rentang waktu yang sungguh sangat fleksibel, terkadang kamu gak akan tahu kapan buah durian itu akan jatuh? Tetapi walaupun dia sudah menyukai seseorang tetap butuh sebuah usaha yang keras untuk mendapatkan hatinya sepenuhnya, itulah kenapa butuh sebuah  usaha, kesabaran, dan keahlian yang khusus untuk membuka hati seseorang. Dan mungkin saja saat berusaha membuka hatinya itu kamu akan sedikit terluka dibuatnya namun itu semua akan terbayar ketika kamu benar-benar memiliki hatinya. Karena percayalah tipikal seperti ini akan benar-benar mempertimbangkan usaha yang telah kamu lakukan dan sekali dia menyukai seseorang dia akan mempertahankannya selamanya.

Tipikal perempuan yang identik dengan buah mangga sebenarnya sangat mudah didapatkan,  karena pada dasarnya kebanyakan wanita seperti buah mangga yang ada dimana-mana tanpa pandang musim, mereka selalu ingin menarik perhatian melakukan segala cara untuk diperhatikan oleh karena itu kamu tinggal memilih mana yang kamu suka dan mana yang mau kamu beli. Untuk melihat matang atau tidaknya kamu bisa lihat dari penampilan bukan?. Usaha yang kamu perlukan untuk tipikal seperti ini adalah materi, kamu lihat seseorang dia cantik kamu punya segalanya dia mau sama kamu, kalau pun dia tidak mau toh kamu tinggal karbit aja dan secara ekspress dia akan mau, tapi yang menjadi masalah dengan tipikal seperti ini ada dua hal. Pertama sebuah mangga mungkin kelihatan cantik, mulus, dan wangi tetapi ketika kamu makan sungguh rasanya membuat sangat kecewa.Yang kedua buah mangga yang cantik, mulus, dan wangi itu tadi mungkin rasanya manis juga tetapi kamu terlanjur gampang untuk medapatkanya sehingga kamu merasa tidak begitu mendapat sebuah kepuasan dan bosan.

Jujur saya juga tidak tahu ditipikal mana saya berada, karena menurut padangan saya yang bebas dan universal semua perempuan punya caranya sendiri dalam membentuk sebuah hubungan, dan saya adalah orang yang tidak terlalu perduli dengan aturan ataupun trik-trik dalam membangun sebuah hubungan, karena menurut hemat saya hal-hal seperti itu akan membuang-buang waktu saja, bagaimana tidak kamu harus pura-pura jadi seseorang yang bukan kamu hanya untuk membangun sebuah image dihadapan orang lain, kalau kamu memang durian ya jadilah durian kalau kamu adalah mangga memangnya kenapa? . Ada seseorang yang pernah bilang ke saya kalau pada dasarnya perempuan itu menang dipilih tetapi laki-laki lebih menang lagi karena merekalah memilih. Permasalahan yang sebenarnya adalah pada lelaki juga, kalau mereka memilih buah mangga, mereka yang akan merasakan manis atau asamnya mangga tersebut nantinya, tapi kalau dia lebih pintar dan lebih sabar lalu memilih durian ya itulah wujud dari keidealisan dia sebagai laki-laki yang lebih mengandalkan proses dalam mencari seorang pasangan .

Rabu, 23 Oktober 2013

An Office Hour Talk


Gak tau kenapa saya tiba-tiba dapat inspirasi dari sebuah percakapan reguler tak tentu arah yang sering terjadi di kantor dengan rekan-rekan kerja saya. Well,  sebagai sebuah permulaan saya ingin kasih tahu kalau teman-teman sekantor saya orangnya semua sumpah gila asyik banget. Karena kita punya begitu banyak waktu luang (mau nulis gak ada kerjaan, tapi takut nanti dibaca sama bos) jadi kebanyakan kegiatan dikantor itu kalau gak main game, dengerin music atau menggosip. Masing-masing dari kegitan tersebut punya kenikmatan tersendiri dan setiap orang punya cara tersendiri untuk menikmatinya.
Dan yang paling membuat kita bersatu adalah sebuah hal yang bernama gossip, kadang  gossip yang kita bicarakan tak lebih mengenai seputar kehidupan sehari-hari , masalah pekerjaan, masalah relationship, and ofcourse sometimes we talk about sex too (Bagian yang paling buat otak anak muda pada rusak tpi menurut para orangtua itu penting untuk pengetahuan).
Tapi hari ini kita membicarakan sebuah topic yang menurut saya sangat “Dalam”, semuanya dimulai ketika ada seorang wanita datang kekantor,  yang mana menurut cowok-cowok yang ada di kantor  dia itu adalah tipikal cewek idamanny  para cowok. Kenapa gak? Tutur katanya lembut, cara jalannya anggun, pakai jilbab dan tampaknya kalau dijadikan istri bakalan jadi penurut.
Karena hal itu maka saya berinisiatif membuat sebuah survey darurat di kantor dan saya Tanya kepada semua cowo-cowo yang ada dikantor baik yang udah menikah ataupun belum menikah mengenai tipe wanita idaman itu seperti apa? (kurang kerjaan banget saya yah?), ini juga sebenarnya bukan murni ide saya , Jadi dikantor itu ada kumpulan “unmarried women” yang penasaran banget apasih yang dicari para pria untuk mencari seorang pasangan hidup, dan apa pandangan para pria mengenai wanita modern yang sudah melek dengan emansipasi?. Dan hasil survey saya persis seperti dugaan saya sebelumnya, yakni para pria lebih suka wanita lemah lembut, penurut, dan taat beribadah kalau bisa yang berhijab (bagi yang muslim) atau yang rajin ke gereja (Bagi yang non muslim) untuk dijadikan pasangan hidup. Tetapi walaupun jawabannya sudah tertebak yang membuat saya “miris” banget itu adalah kenapa pria lebih memilih tipikal wanita seperti itu?
Seorang senior saya yang sudah menikah dengan tipikal cewek seperti diatas menjelaskan kepada saya kalau esensinya sebenarnya laki-laki itu suka dibuat merasa berarti dan memiliki tanggung jaawab, jadi kalau kita perempuan gak usah sok-sok bisa segalanya lah kalau udah ada pekerjaan yang susah tinggal kasih senyum aja dan minta tolong sama cowo pasti mereka merasa bangga dengan bisa membantu . Lagian kalau kita selalu meminta bantuan kepada lelaki itu akan membuktikan peranannya yang lebih mayoritas dibandingkan kita, karena itulah mengapa cowok suka cewek yang lemah. Satu lagi kenapa  cowok suka cewek yang pendiam?,seperti yang kita tahu para “unmarried Women” yang udah melek emansipasi biasanya lebih disclosure alias terbuka kalau dia gak suka bilang gak suka, kalau dia mau marah ya marah aja, nah sifat-sifat yang kayak begini nih yang buat cowok gak suka, maunya cowok kan jdi cewek itu harus bisa buat penasaran ,  cewek  itu harus tertutup kalau suka jgn bilang suka, kalau mau marah pura-pura biasa aja biar cowoknya penasaran dan semakin penasaran sampai dia tidak tahu kalau dia sudah masuk ke perangkap si cewek .
Satu lagi teman saya kasih alasan kenapa para cowok itu lebih suka ngeliat cewek yang lemah lembut adalah karena cowok itu pada dasarnya punya ego yang tinggi, secara dia cowok lho yang nanti bakalan jadi kepala keluarga ya pasti dong dia mau nanti istri dan anak-anaknya harus nurut sama dia. Kadang-kadang kan para cowok juga butuh diperhatikan katakanlah untuk hal yan simple saja seperti  minta tolong bajunya disiapin sama istrinya, atau minta disiapin kopi sama istri, atau minta istrinya nyemir sepatu tiap pagi (masih ada gak ya kegiatan yg ini, nyemir sepatu gitu loh??), sebenarnya bukan karena para cowo gak bisa ngelakuinnya Cuma dia pengen nunjukin aja kalaua dial ho yang lebih dominan di keluarga. Nah hal-hal kecil seperti inilah yang nntinya akan jarang para cowok dapatkan jika menikah dengan seorang wanita karier  dengan notebene sama sibuknya seperti dia.
Jadi buat kamu para cewek-cewek diluar sana kalau mau segera dapat jodoh segeralah berubah jadi “old fashioned girl” karena sejatinya dimasa modern seperti sekarang juga tetap para cowok sukanya sama cewek-cewek seperti itu. Bagi mereka itu emansipasi ataupun kesetaraan gender Cuma buat mereka semakin tak dianggap saja dan mereka tidak suka dengan itu.

Karena percakapan dikantor tersebut diatas saya juga teringat tentang nasehat teman saya  sewaktu saya sedikit curhat mengenai kelakuan para cowok jaman sekarang, secara teman saya ini juga cowok makanya kalau dia yang ngasi nasehat pasti manjur banget.  Jadi intinya dia menyuruh saya berubah menjadi “serigala berbulu domba”. Well, mungkin kesannya sadis banget tapi initinya dia bilang para cowok itu lebih suka ditipu oleh penampilan,  Kata teman saya coba aja nanti saya panjangin rambut , ganti style yang agak-agak girlie gitu trus kalau bisa pakai behel kayak anak-anak alai jaman sekarang pasti deh banyak yang ngelirik (Teman saya ini memang seleranya cewek yang begitu kali ya?).
Tapi tetap menurut saya apapun kata para laki-laki diatas mengenai tipikal cewek idamannya tetap kita sebagai cewek harus bisa menjadi diri sendiri, jangan sempat yang orang lain cintai itu adalah topeng kita bukan apa adanya kita. Karena menurut saya pribadi terlepas dari apapun nasihat dari temen-temen cowok saya tetap saya akan menjadi apa yang membuat saya nyaman. Karena terlepas dari bagaimanapun sifat kita yang paling membuat sebuah hubungan itu berjalan dengan lancar adalah 3S  yaitu Saling menyayangi, Saling Mengerti, dan Saling Memaafkan (ini kata-kata juga nyontek dari Bg. Dico teman sekantor saya J).