More than the words, n find more a sense from the masterpiece. cos it's trully deeply the art from heart.
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poetry. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Untukmu


Kurangkai kata demi kata dengan bulir bulir airmata
Sekali lagi aku terbangun dari mimpi
Begitu sulit Rupanya mengerti diriku ini
Hatiku selalu bertanya penuh curiga
Ada saat aku marah dan ingin menyalahkan keadaan
Siapa mereka berhak mendikte kebahagiaan ku?
Tapi rupanya cinta itulah yang tidak mampu untuk bertahan
Cinta itulah yang tidak cukup kuat untuk menahanmu disisiku

Rabu, 06 Agustus 2014

Damai Masa Lalu

Mestinya minta maaf pada diri sendiri dahulu
Mestinya berjanji pada diri sendiri dahulu
Gadismu ini tidaklah menepati janji
Gadismu ini takkan meminta maaf untuk itu
Bukankah dia juga tidak akan memaafkanmu?
Mestinya berdamai dahululah dengan hati
Biar semua berlalu jangan bawa bersama jiwamu
Jangan bergantung, terombang-ambing ditengah kenangan
Semua sudah berjalan sebagaimana mestinya
Gadismu ini sajalah yang tidak bahagia
Gadismu ini sajalah yang berjalan bersama rasa bersalahnya 
Mestinya dia melihat masa depannya, bukan kebahagianmu
Mestinya Memaafkan dirinya sendiri untukmu 
Gadismu ini membawa masalalu yang gentayangan bagai hantu
Sampai lupa kalau pintu selalu tertutup pada yang baru
Mestinya berdamai dahulu dengan masa lalu
Kunjungi dia sesaat setiap kamu rindu
Gadismu ini belajar dari penderitaanmu 
Gadismu ini melihat banyak saat kembali dari kenangan
Mestinya menatap jiwa baru
Mestinya melangkah penuh yakin
Gadismu ini mulai bermimpi dengan yang baru







Minggu, 25 Mei 2014

Syair Biru Malam Sendu


Kutanya pada malam tegarkah aku bagai karang?
Saat sendiri tanpamu
Pria terhebat dalam hidupku
Kenapa meninggalkanku saat yang kubutuhkan adalah kebijaksanaanmu
Manusia-manusia  naïf itu menyemburkan lahar ke wajahku
Panas, perih, luka, tanpamu bagaimana aku bisa
Manis wajah mereka hilang seiring pudarnya wajahmu diingatanku
Aku tidak takut menghantam badai, tapi aku takut akan pesanmu saat itu
Kurindu berbagi malam biru dengamu
Mengutuk harta yang membuat manusia buta
Terjaga meredam murung agar airmatamu tidak terjatuh
Demi tuhan kenapa malam terakhir itu kita lalui dengan sendu?
Tak kusesali kau pergi, jutaan airmata ini hanyalah penyembuh luka
Karena kau priaku tidak akan pernah kembali lagi
Sesak dada terisi penyesalan  ingin juga kutumpahkan
Idealismemu yang terikat padaku mencoba menutup lubang kosong dalam hati
Tapi bagaimanapun wajah kecewa itu akan kupendam menjadi dendam
 Katankanlah dari ujung langit sana, bagaimana aku harus berbuat?
Mimpi indah tentang kehidupan telah hancur bersamamu
Manusia-manusia konyol itu telah berani menertawakan setiap airmata yang jatuh dari pipiku
Lantas apa aku harus melupakan kebijakanmu dan membuat bajingan diriku sendiri?
Kau selalu berkata semua niat yang baik akan menghasilkan hasil yang baik pula
Sekalipun semua berpaling darimu kau tetap akan tersenyum bukan?
Aku tidak tahu bagaimana menjadi bijak saat kau tidak disisiku
Bisakah aku menawar rasa sakit dengan perbuatan baik itu sendiri?
Kau priaku dari ujung langit sana, bicaralah sekali saja dalam mimpi pun tak apa

~ for my beloved father, the man that my mother adore

Selasa, 13 Mei 2014

Cinta ( Mana Bisa Lupa )

Datang lagi kah rembulan malam ini?
Membuang rindu, menghapus sepi
Jangan katakan kali ini kau sementara
Jangan katakan kali ini kau bercanda
Rindu..., Rindu..., Rindu..., mana bisa aku lupa

Wahai rembulan malam penjaga lelapku
Bagaimana aku ingin melihat wajahmu?
Pandangikah hamparan bintang dengan mata tertutup
Seiring miris nelangsa hati terbuai bayangmu dalam gelap
Pahit..., pahit..., pahit...., mana bisa aku lupa

Mimpi datang mengandai-andai
Bagaimana aku ingin pelukan hangatmu malam ini?
Terjaga oleh mimpi tanpa peduli hanya ilusi bukan nyata
Langkah kakimu menghampiri, memeluk, mencium, seolah berkata
" sayang..., sayang..., sayang..., mana bisa aku lupa"

Kita beri nama ini sebuah tawar menawar takdir yang semu
Bagaimana saat aku merindukan suara mu?
Ada banyak lirik untuk mengekspresikan hati yang terluka
Walaupun hanya akan selalu bernyanyi dengan nada yang sama
Cinta..., cinta..., cinta..., Mana bisa aku lupa.




Jumat, 25 April 2014

Pragmatisme Cinta

Jangan ingatkan bagaimana kau menyanyikan sebuah lagu untukku
Karena kau mengharap sesuatu setelah itu.
Hapus ingatan tentang sebuah keromantisan tiada tara karena ada banyak perasaan yang bermain disana.
Kita berjalan bersama kebutaan. Aku sanggup hidup, aku sanggup berjanji tanpa peduli suatu saat itu akan kuingkari.
Aku bahagia saat kau peluk, tangisan datang bersama nafsu amarah dan konflik kemudian.
Tidak ada yang bisa kau tawarkan melainkan cinta itu katamu, itu hanya hasrat manusia semata pikirku.
Denganmu pernah kumencoba untuk menghilangkan pragmatis cintaku tapi malah kaulah orang yang membuat tawar menawar kemudian.
Rupanya seiring waktu berjalan matapun semakin terbuka. Kita harus melihat kiri kanan sebelum berjalan itulah katamu.
Lalu kausebut apa hubungan itu? Sebuah pasar tradisional kah?

Sabtu, 01 Februari 2014

The Beginners Pray ( For Sinabung

Oh... mother earth
We don't know how angry you are
We don't even know why you angry at us
Just please forgive us for what we have done
Save our landfarm from those sparks of the anger

Oh... the holy spirit of mountain
Just warn us when we did something wrong
Do not frighten us with those fire and the grain of dust
We don't know how to live our life withouth those forests and springs where your soul live in
Keep the mountain safety for us please

Oh.. our ancient
Just lead us to the right path
How to respect the spirit of the holy  mountain with his way
We always respect more with the other path reither than the holy spirit of our mountain

Ooh God.....
Who claimed has the power for everything in this world
Just give us a thought that what u've planned is always for a reason
That nothing happen without the purpose
You are the wise one who always we believe

Kamis, 23 Januari 2014

The Moon and The Sun Flower

Rembulan benci ketika hujan datang dimusim panas, Benci ketika cahaya temaramnya tertutup oleh awan gelap yang membawa hujan. Sia-sialah sudah tebaran bintang dilangit yang menemaninya tidak kelihatan bersinar sama sekali malam ini.  Kali ini rembulan hendak bersinar dengan penuh, perlahan-lahan dia terbit seiring tenggelamnya sang matahari. 
Suasana senja saat itu membuat rembulan begitu bahagia, kali ini akan banyak orang yang melihat keindahannya ditambah summer triangle yg mengelilingi milky way akan menemani sang rembulan di malam musim panas. Semakin Senyapnya malam semakin indah pulalah cahaya yang muncul dari sang rembulan sebagai berkah dari luna selena. Namun sayang sungguh hujan tampaknya iri dengan kehangatan rembulan kali ini. Hujan datang bersama awan hitam menutup semua fantatisme keindahan malam. Kalau sudah begini siapa yang sudi menatap lagit dimalam hari lagi?  siapa yang akan mengagumi cahaya rembulan yang begitu hangat dan penuh malam ini? Semua orang akan berlindung, semua orang akan hanya mendengarkan bunyi hujan dibalik jendela mereka. Katakanlah ada yang begitu ingin melihat rembulan malam ini, namun ketika dia menatap langit dan menengadahkan kepala tetesan hujan malah menyakiti matanya. Bahkan dalam sebuah banyanganpun dia tidak akan bisa menemukan rembulan malam ini.
Rembulan pun menjadi iri pada sang matahari. Bukankah sang hujan bertindak sangat tidak adil terhadapnya. Hujan tidak akan pernah menutup sinar matahari, sederas apapun hujan turun,sekelam apapun awan yang ikut bersamanya tetap saja sinar matahari akan selalu kelihatan. Bahkan setelah semua hujan itu reda akan ada pelangi yang muncul menghias indahnya langit. Rembulan ingin sekali menjadi matahari, kali ini benar-benar menjadi matahari sesungguhnya. Tidak hanya mendapat biasan cahaya matahari seperti sekarang ini. Rembulan ingin muncul di siang hari, menemani setiap orang melakukan kegiatan mereka, mungkin memang tidak akan ada yg meluangkan waktu untuk sekedar mengamatinya tetapi setiap orang akan mengharapkan kehadirannya.
Rembulan ingin melihat bagaimana bunga matahari itu mekar. Dia ingin semua bungamatahari mengikuti cahayanya seperti yang mereka lakukan pada sang matahari.  Rembulan membayangkan betapa indahnya hamparan bunga yang semakin kekuningan ketika terkena cahaya matahari itu.
Dia tidak pernah melihat bunga matahari mekar, yang dia lihat hanyalah bunga matahari yang tertunduk layu seperti ketakutan akan cahaya rembulan malam. Tidakkah bunga matahari tau kalau dia sang rembulan juga punya kehangatan layaknya sang matahari. Kenapa bunga matahari tetap tidak mau mekar saat dia ada, padahal rembulan begitu ingin melihat susunan kelopak-kelopak bungamatahari yang merupakan kesempurnaan dari sebuah penciptaan.
Mengapa rembulan begitu menginginkan bunga matahari? Dia sendiri mungkin kurang tau jawaban pastinya tetapi jauh didalam hatinya dia  mengagumi sebuah kesempurnaan. Bunga matahari bagaikan sebuah masterpiece baginya, tidakkah ada yang sadar bagaimana susunan dari lingkaran biji-bijinya begitu sempurna dan sangat indah di pandang mata. Rembulan hanya ingin menikmati keindahan seni dari bunga matahari itu makanya dia ingin menjadi matahari.
Rembulan pun mengemis pada semesta alam, tidakkah dia punya kesempatan melihat bunga matahari mekar malam ini saja? Rembulan tau hujan sedang turun tetapi tidak bisakah semesta alam ini berhenti melakukan hal-hal yang sesuai dengan  hukum alam sekejab saja? Ditengah pengharapan itu, rembulan tahu adalah koyol jika bermimpi tentang bungamatahari yang akan mengikuti kemana cahaya redupnya bergerak. Tetapi apakah dia tidak bisa bermimpi sama sekali?

Senin, 16 Desember 2013

A Shadow of Rain


Tidak hanya setiap tapi sebuah hari pun dapat mengajarkan bagaimana hidup ini terkadang begitu cepat berputar.  Hal sekecil dan secepat apapun dapat mempengaruhi hidup dengan begitu dalam. Sepanjang hidup mungkin kau tidak akan pernah mengerti  perasaan seperti apa ini. Tapi jangan salahkan dirimu, karena akulah sisi yang memang paling tidak bisa kau pahami.  Sebuah seni akan mengerti seni yang lain, tanpa bicara tapi begitu saling memahami. Karena begitu bicara maka akan kehilangan makna dari seni itu sendiri.

Matamu adalah representasi dari sebuah kesombongan, pahatan dari ambisiusme. Itu adalah hasil dari ingatan masa kecil yang membuatmu seperti sekarang. Aku ingin suatu saat kita berbagi masa kecil yang aku punya. Aku tidak tahu kenapa aku menginginkan itu. Benci rasanya merasakan seperti ini lagi. Tidak ada hati yang bergetar melihatmu. Tapi ada sebuah ikatan kuat, ada sisi yang merasa, ada dimensi dimana aku bisa merepresentasikan bayangan sang hujan dalam dirimu.

Insomnia mulai muncul dalam ranah kehidupan. Hening, malam dan jiwa menyatu lagi. Hari itu sendiri adalah hal yang paling sulit dipahami saat bayangan sang hujan dibelakangmu. Hal yang terpungkiri adalah berbagi disetiap jelaga malam bersama bayangan sang hujan itu sendiri.  “Bajingan…, kau tersakiti bukan?” seolah tau segalanya mengaum ditelinga.  Aku bertanya padamu “ Bagaimana bisa kau sebut itu sakit ketika setetes airmata pun tak keluar?” tapi sungguh itu sakit.

Kau  bayangan sang hujan, menunjukkan wajahmu padaku setelah seperempat abad lamanya, “jadi maukah kau melepaskan aku?”. Bagaimana jika semua ini hanyalah imajinasi dari dirimu yang ingin kuciptakan?  Bagaimana jika hari yang telah terlewati hanya untuk menunggu apakah ada malam dan aku bisa mewujudkan bayanganmu dialam nyata.  jangan..!!, jangan peluk aku lagi seperti itu, jangan menahanku, jangan biarkan aku berimajinasi sepanjang malam. 

Betapa mirisnya ketika angin berbisik ditelinga “antara horizon itu kamu tidak dapat membedakan mana nyata dan mana imajinasi”.  Kamu sang bayangan hujan, tempatku berbagi sepanjang malam, melihat bintang dari ketinggian , tidakkah kau ingin menjadi seseorang seperti yang kuinginkan?, dirimu adalah dirimu, dimensimu adalah dimensimu tapi aku adalah bagian yang sungguh berbeda dengan itu semua. Katakan padaku kenapa tidak bisa? Lepaskan saja semua jika tidak bisa?

Jangan minta maaf, kau membuatku menderita aku berpura-pura tak menyadarimu.  Jangan dipendam, jangan mendendam. Kita adalah satu kesatuan dimana aku tidak akan pernah bermain dengan kebodohan lagi. Sekalipun yang kucari adalah bayangan sang hujan itu sendiri.  Mari kita bermimpi lagi, surga kecil diujung bumi, hamparan rerumputan, atau pantai putih dengan laut biru.  Jadilah bayangan sang hujan yang takkan pernah lagi kulihat dalam diri siapapun. 

Minggu, 05 Juni 2011

Hegel Vs Schopenhaur

23 Mei 2011
11:14
Menggapai langit tak semudah memetik buah apel
Walau sama-sama menggunakan tangan
Terkadang memang sungguh sebuah penantian panjang
Bagi orang tak percaya cinta, tak percaya nasib, tak percaya takdir
Menjadi pengikut schopenhauer sejati
Mati.. Mati.. Mati… jiwa hegel telah mati
Yang kau beri sungguh sampah harapan
Semangat hanya membakar jiwa menjadi abu
Membius hati hampa.., tatapan kosong melangkah
Sungguh jaman telah menipumu
Katakanlah perubahan itu sebuah kemajuan
Jika ada hal yang berbuah misterius
Yakinlah itu bukan kehendak tuhan
Kenapa tak kau cari saja dengan logika mesti tak punya jawaban
Berharap segala sesuatu akan lebih baik, lakukanlah
Matilah dengan tenang kemudian
Itulah yang disebut dengan surga?

Selasa, 02 November 2010

Kiss Me, Kill Me

Cari aku yang sedang sembunyi dinyamanya surga, bawa aku keneraka antah berantah duniamu.
aku suka sendiri dan sepi tapi aku lebih suka ditemani kacau balaunya hidupmu
bawa aku lari melewati kelam gelap muramnya hidupmu
jangan biarkan aku berhenti, agar aku tak bisa menatap kejamnya duniamu
butakan saja mataku agar aku tak bisa melihatmu meregang nyawa seperti itu
Pekakkan saja telingaku agar aku tak mendegar erangan kesakitanmu itu
kan tetap kubelai rambutmu yang kumal itu
kan tetap kupeluk tubuhmu yang penuh luka itu
kan tetap kucium bibirmu yang penuh racun itu
bukankah cintaku harus menerima apa adanya dirimu
kill me kiss me, buat aku jadi racun dalam dirimu
kill me kiss me, buat aku jadi candu dalam dirimu
jangan pedulikan mereka, saat kau melayang terjagalah dipangkuanku
saat kau menderita kesakitan datanglah kepelukanku

Kamis, 07 Oktober 2010

Rain in The Afternoon


Hujan sore itu adalah aku bersama rindu
Kami bersatu selalu merindu akan sesuatu
Apakah gerangan makna dari wajahmu yang terpatri dalam pikiranku
Apa gerangan yang didengar telingaku tentang suaramu itu,
Apa gerangan yang dirasa tanganku ketika membelai rambutmu,
'Ini semua cuma masalah waktu' kata hujan meghibur diriku
Aku tak bisa memutarbalikkan fakta, bicara yang sebenarnya membuat lidahku kelu
Inilah aku didalam ego yang terbelenggu
Membangun diriku lebih keras dari pada sebuah batu
Bagaimana jika hujan enggan menemaniku
Aku akan lebih sedih daridaripada ditinggal olehmu
Karena kamu takkan pernah bisa menjadi hujan ku



Selasa, 05 Oktober 2010

Hera, Aphrodite and Luna Selena




wanita titisan hera sangat sopan tapi mendemdam pada apa saja yang menghalangi niatnya. , Dibalik kelicikannya semua wanita pasti ingin melindungi apa yang dia punya. Karena dia sangat mengerti kepedihan pahit akibat ketidaksetiaan. dia akan mendemdam terus kepada paris yang lebih memilih aphrodite sebagai yang tercantik karena aphrodite akan memberikan wanita tercantik di bumi kepada paris. bukankah setiap laki-laki adalah titisan paris yang rela segalanya hancur demi seorang wanita secantik helen . hera pernah bilang "Amarah neraka tak sepanas amarah wanita yang terhina", karena dia terhina makanya dia meluluhlantakkan troya!



wanita titisan aphrodite sangat menjijikkan, wanita yang suka menggoda dengan kecantikkannya, karena dia sadar benar dirinya cantik. wanita yang menjadi sumber permasalahan karena dia begitu sensual, misterius dan perayu sehingga semua tergila-gila kepadanya dan menyebabkan kehancuran bagi semua. karena laki-laki titisan Hephaestus siburuk rupa tapi bersahaja mau menutupmata akan keburukannya demi cinta dan wajah cantiknya, aphrodite menjadi sombong. Karena laki-laki titisan ares yang kuat, dan sangar serta penebar kehancuran dan kekejaman rela bertekuk lutut dihadapannya , memujanya demi cinta dan keindahan parasnya, wanita seperti aphrodite menjadi tak tau malu.


.
Wanita titisan luna selena berwajah pucat seperti bulan namun selalu memancarkan cahaya kemilau diwajahnya karena hatinnya begitu putih. Kemanapun dia pergi akan selalu diikuti si vesper sang bintang senja bersama-sama mereka melintasi malam hingga fajar kekemasan datang menyingsing bersama Sol Helios. Tapi tak adakah seseorang titisan apollo yang peduli kepadanya. apakah pria titisan apollo sang bijaksana dan pintarpun hanya bisa melihat kecantikan aphrodite dan keanggunan tipu muslihat hera? apa semua laki-laki tidak akan pernah bisa melihat bagaimana tulusnya hati seorang luna selena hanya karna dia berwajah pucat?

Minggu, 26 September 2010

The Medley Rhythm of Life . Laugh, Angry, adn Cry

Begitu banyak keindahan dan kenyamanan yang membuat hati lupa diri, lupa bahwa segala sesuatu itu tak bisa dinikmati sendiri, tapi saat kita tertawa kita tak pernah peduli, nanti.., nanti, dan selalu nanti, sampai kapan kita begini. saat kita tertawa maka banyak orang ikut tertawa bersama, saat kita berpesta pora banyak orang yang bahagia, saat kita kaya raya banyak yang turut senang karenanya, saat keberuntungan datang maka semua orang akan berpihak kepada kita.tertawa dalam tumpukan gelimangan kekayaan, harta yang takkan lekang oleh tujuh turunan, kita sadar kalau itu keberuntungan,tapi tetap saja lupa bersyukur pada tuhan.
Suatu saat semua terasa hampa dan kita marah karenanya kenapa semua harta menjadi tak ada gunanya semua kekuasaan terasa sia-sia pada akhirnya kita berhenti di penjara. penjara karna apa? karena kita tak tahu kenapa semua harta itu ada? karna tak tahu datangnya darimana? takut kalau akan ada yang mengambilnya. bukankah itu suatu hal yang hakiki, jika kau punya banyak maka kau akan menjaganya sampai mati, begitu takut sampai kau tak punya hati nurani, dan semua orang akan memaklumi.
Sadar sajalah semuanya akan pergi, tidak harta, hidup semua pasti mati, kenapa semua itu harus ditangisi, biarkan saja semua tak usahlah peduli, karna hidup akan menjadi indah kalau hanya dijalani.

Sabtu, 25 September 2010

Ladder

Kubilang apa ada suatu jenjang antara kita

Jenjang yang membuat perbedaan begitu terasa

Aku jadi kasihan melihatmu, dengan segala usaha untuk tetap dijalur yang benar

Berjuang dengan segala keterbatasan, tanpa melupakan prinsip

Tetap percaya bahwa segala sesuatu akan berjalan sebagaimana mestinya

Selalu merasa yang lebih penting adalah suatu proses bukanlah hasilnya.

Apa kau takbisa lihat aku yang selalu lebih beruntung darimu

Dengan segala rekomendasi yang aku punya

Dengan segala materi dan kekuasaan yang aku punya

Aku bisa begitu mudah mengubah segala sesuatu

Lalu untuk apa aku harus jatuh bangun berjuang sepertimu?

Kalau pada akhirnya nanti akulah yang akan menguasai segalanya.

Karena sudah begitulah sistem yang mengaturnya

Untuk apa melawan takdir.?

Rabu, 22 September 2010

I wanna Rain

aku sudah malas berbagi dengan malam
apalagi ditemani berjuta bintang itu
aku sudah tak peduli lagi dengan keindahan
apa kau tak sadar kalau semua itu semu
aku mau hujan, bagaimanapun aku ingin dia datang
menemaniku berbagi malam ini saja
hanya aku dan hujan, dentingnya
akan menjadi pengantar tidurku yang paling indah

Between Zenith And Nadir, there are Stars, Sun, and Rain

bukankah suatu kebingungan mengenalmu
tak mengharap suatu harapanpun untuk tahu siapa kamu
wahai seseorang yang namanya pun aku tak tahu
aku ingin buat puisi tentang mu, menyebut namamu
tetapi aku hanya bisa melihatmu, lalu apa yang kau lihat?
aku bisa membuat beribu kata-kata untuk
mengungkapkan isi hatiku padamu
tapi bagaimana memulainya, setiap hari kita lalui saat-saat yang sama
kau datang lalu pergi begitu saja
aku bisa berekspresi dengan segala hal yang aku punya
tapi bagaimana agar kau bisa tahu
bukankah setiap meninggalkanku kau tak pernah melihat kebelakang lagi
tidakkah kau mau tahu antara zenit dan nadir
ada banyak bintang tetapi mereka hanya bersinar redup
lalu perlahan menghilang ditelan malam.
ada matahari yang mampu memberi cahaya terang.
menerangi setiap sisi hidup, menemani saat sunyi, membuat tertawa saat sedih
tapi masi membingungkan apakah akan membawa kebahagiaan atau tidak
aku tetap lebih suka hujan seperti yang kulihat dalam matamu
hujan yang mampu menghalangi semua sinar matahari.
lalu apa yang harus kuperbuat?

Esp. For My Mother

Hanyalah sebuah keindahan, bagaimana kita menghabiskan waktu
Bersama-sama beriringan dengan waktu, melawan jaman
Tidakkah kau jemu, tidakkah kau merasa aku terlalu sering berada di sisimu
Terkadang hidup ini ingin mengalunkan beberapa irama medley
Tapi kasih saying mengalahkan rasa penasaran terbesar dalam diri
Bagaimana jika aku jauh darimu?,
tidakkah ada suatu ruang yang kosong dihatimu
Dimana beribu-ribu kalipun kau melangkah tetap tak menemukanku
Aku masih ingin mencapai kepuasan tertinggi dalam diriku
Sampai-sampai rasa penasaranku hampir tak ada lagi
Memberitahu dunia kalau ada cinta disetiap irama yang kita buat
Sehingga manusia bisa tahu bagaimana kita bisa hidup bertahan
Melawan keterbatasan, dan ironi kehidupan
Lalu kita kembali lagi kesurga kecil di ujung langit
Dimana kucium aroma rerumputan dan udara yang menusuk tulang
ada wanita itu yang selalu menyanyikan lagu kehidupan untuk kita
Memainkan irama yang kita kenal dari kecil
Lalu kita akan tertidur lelap di pangkuannya.

Did You Know my Son?

Adalah malam dengan temaram cahaya bintang,
kunyanyikan lagu untukmu
Adalah hujan dengan angin semilir menusuk tulang,
Peluk sajalah aku untuk menghangatkanmu
Kuajar kau berjalan anggun dilembutnya pasir putih
Kuajar kau berlari diantara semak belukar berduri
Sekalipun bertemankan kunang-kunang lihatlah kegelapan itu
Lalu saat kau tersesat dan tidak tahu kearah mana hidupmu
Kembalilah padaku, menangis di pangkuanku
Keluarkan segala sesuatu yang mengganjal dihatimu
Saat kau terjatuh , tidak berdaya, tidak ada yang percaya
Naluriku bilang kalau kamulah yang benar
Itulah aku sebagai orang yang setia disisimu
Tak akan melepasmu dan menjagamu seumur hidup
Tahukah kamu anakku , harapku hanya Satu
Bahwa aku harus member i harapan untukmu menapaki waktu
Agar kau percaya bahwa harapan selalu ada dalam segala keterbatasan

Like The Leaves Fall

Andai bisa kuungkapkan dengan sebuah kata
Maka aku akan bicara padamu
Bicara tentang kamu, tentang aku, tentang kita
Bagaimana masalalu takkan mungkin bisa menghapus kepahitan
Dan akupun mulai belajar menutup ruang dalam hatiku
Tak ada sesuatu apapun yang membuatku berani berharap
Aku seseorang tanpa keyakinan , tanpa perasaan
Tanpa harapan bahwa cinta itu sebetulnya ada
Aku bukan siapa-siapa lanjutkan saja hidupmu
Banyak yang lebih pantas dari aku
Biar aku disini bersama beribu kepahitan
Semua akan terhapus seiring waktu
Biar aku disini bersama berjuta penyesalan
Bukankah setelah melangkah kedepan kita takperlu melihat kebelakang saja
hanya pecundanglah yang bisa hancur karena masalalu
simpan saja kenangan itu dalam suatu sisi hati dan kunci rapat
umpama deaduanan yang gugur seiring datangnya hujan
mereka jatuh berserakan di tanah
tak mungkin bisa menjadi hijau lagi bukan?
lalu akan tumbuh pucuk baru
perlahan menjadi daun hijau kemudian bersemi melahirkan bunga
tapi bunga itu sendiri pun akan layu seiring waktu
bukankah beigitu sistem mengaturnya
lalu kenapa kita masih mau terhanyut dalam kerapuhan itu?

Me Versus You

Aku hidup duniaku sendiri
yang takkan pernah kau mengerti
hening, sepi, buram, kelam terikat bersama hati
biarkan kubawa sampai mati
bersamamu, hanya kebahagiaan yang dapat kubagi


jika kau mencintaiku maka kau akan mengerti aku
jika kau mengerti aku maka aku takkan meniggalkanmu
tapi kau hanya peduli cintamu padaku bagaimana agar kau tak kehilangan cinta itu
kau menjaganya dengan keegoisanmu

Aku tahu kemana harus berjalan
mengejar angan-angan, mengubur kenangan.
hidup bersama kemunafikan walau kadang kehilangan tujuan
lalu berhenti sejenak mengemis kenyamanan pada tuhan

buang semuanya..!! jangan dipendam jangan mendendam
yakinlah suatu saat kita bisa mulai berangan-angan
menemukan seseorang yang akan menghapus kenangan
memulai hidup baru yang penuh tantangan

temukanlah dia yang lebih baik dariku
berikan cintamu dan buat dia nyaman bersamu
mengertilah tentangnya melebihi aku
maka dia takkan meninggalkanmu