Paulo Coelho pernah berkata " apa yang orang lain pikirkan tentangmu bukanlah urusanmu" Tapi saya merasa manusia selalu hidup dibawah bayangan pendapat orang lain. Kita selalu menilai sesuatu itu Baik karena itu memang dikatakan Baik.
Di Indonesia khususnya entah itu lingkungan masyarakat, di lingkungan sekolah, Maupun lingkungan perguruan Tinggi sekalipun semua masyakatnya hanya percaya dan mengajarkan hal yang homogen saja. Dimana hal yang homogen itu kemudian terlanjur dianggap benar dan menjadi standar norma dari lingkungan itu sendiri, sementara saya yakin setiap manusia diciptakan spesial oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Manusia punya kelebihan begitu juga kekurangan. Kadang mereka butuh dibimbing dengan cara yang berbeda pula sehingga seharusnya lingkungannya tidak bisa menetapkan standar yang homogen itu kepadanya. Banyak orang- orang yang takut untuk mengungkapkan isi pemikirannya karena lingkungannya memang sudah dibaluti dengan sebuah dogma. Jika tidak sesuai dengan pemikiran masyarakat pada umumnya maka dia akan menerima sanksi untuk itu.
Lantas apasih yang menjadi tolak ukur kita dalam menentukan seseorang itu layak untuk di cap menyimpang dari masyarakat? Apakah kita hanya bisa mengukurnya dengan standar kita sendiri? Atau standar masyarakat yang terlalu homogen?.
Saya yakin ada banyak korban yang dikucilkan atau bahkan diasingkan dari lingkungan masyarakat karena dia mengemukakan pendapat yang berbeda dengan dogma yang sudah terlanjur homogen itu, Lantas apakah dengan mengucilkan mereka dan terlalu menganggap benar pemikiran yang dianggap orang kebanyakan adalah benar itu akan menyelesaikan masalah? Jika solusi satu-satunya adalah dengan menghujat dan mengucilkan orang tersebut. Maka yang terjadi adalah dia akan menjadi pribadi yang membenci, membenci jiwa-jiwa homogen yang sudah terbalut dogma yang mata batinnya sudah mati atas nama keseragaman entah untuk apa. Kenapa tidak rangkul mereka yang punya pemikiran berbeda itu? Mungkin mereka hanya sedang mencari akan arti kebenaran dalam hidup ini? Pemikiran mereka tidak bisa berhenti di tahap "menerima" saja tetapi pemikirannya terus berlanjut sampai tahapan apa, mengapa, kenapa, dan bagaimana? Bukanlah luar biasa jika orang punya pemikiran se kritis itu? Masalahnya adalah apakah kita masyarakat yang sudah dibaluti dengan dogma dari kecil bisa menerima kritikan tersebut? Apakah kita sanggup menjelaskan kepada jiwa-jiwa yang lapar akan pengetahuan, jiwa-jiwa yang selalu mencari hakikat yang sebenar-benarnya, jiwa-jiwa yang berani untuk mengkritik sesuatu yang dia anggap kurang benar?
Sayangnya kita Tak pernah bisa menerima kritikan, pendapat masyarakat banyak adalah mutlak dan tak bisa diganggu-gugat, jika ada yang berbeda maka merekalah yang tidak benar dan harus disingkirkan dari masyarakat. Sebenarnya Tanpa kita sadari kita berbuat seperti karena kita merasa bahwa pemikiran kita akan terganggu oleh mereka, kita merasa kita akan goyah jika orang seperti mereka terus ada dimasyarakat dan kita akan takut nilai-nilai yang sudah terlanjur dianggap benar itu akan rusak karena ulah jiwa-jiwa yang terlalu kritis itu. Intinya kita tidak sanggup menerima Kritikan mereka. Kita tidak sanggup menjawab apa yang menjadi masalah mereka dengan argument. Karena kita sudah merasa yang kebanyakan itu adalah yang benar.Intinya jika kita berhenti meragukan sesuatu Maka kita akan berhenti berpikir.
Sabtu, 05 Desember 2015
Mind vs The World
Kamis, 03 Desember 2015
Losing Grip
Kadang kita kehilangan pegangan dan tidak tahu kepada siapa harus menyerahkan tangan untuk meminta bantuan. Atau kadang terlalu takut meminta pegangan sampai pada akhirnya bertahan di Sebuah tembok datar yang tak terpegang
Selasa, 01 Desember 2015
Somewhere between the horizon
Aku memuja keindahan langit biru dikala matahari perlahan terbenam. Berharap melihat beribu-ribu Cahaya bintang yang bertebaran dilangit malam. Namun ada Sebuah tempat dimana langit dan bumi menancapkan batasannya. Suatu tempat yang membuatku ingin tetap tinggal. Tempat dimana aku tidak Akan bisa melihat Cahaya beribu-ribu bintang Tapi hanya ada Sebuah bayangan kegelapan menghampiriku. Tidak aku tidak ingin berada diantaranya, aku ingin terang benderang hariku kembali, aku tidak ingin senja!
Jumat, 27 November 2015
Untukku
Balutlah luka sebarkan bagai kunang-kunang
Tanam semua dendam hempaskan ketakutan
Bunuh dia bunuh semua duri dalam daging
Berdarahlah beraroma amislah
Untukku
Dengar setiap raungan biar wajahmu tercakar
Lacurkan ideologimu jadilah penzinah materi
Buang mimpimu
Biar hatimu mati
Untukku
Hiduplah dengan sebuah nuansa
Tergila-gilalah pada rasa
Lupakan yang tersisa
Biar hanya ada
Untukku
Kamis, 12 November 2015
cinta kanak-kanak
Begini begitu hati kita selalu tak karuan
Terkadang satu persatu dari kenangan menyakiti kita
Aku tak ingat kapan terakhir aku katakan cinta
Tapi kamu adalah tempat dimana aku selalu berlabuh
Oleh karena itu, cintailah aku lagi apa adanya
Kesana kemari pergi datang lagi begitulah kita selalu berbagi
Ada saat aku berpaling ada saat kamu berpaling tapi kita selalu berakhir di jalan bersama
Ini cinta mungkin kekanak-kanakan, tunggulah saatnya dia menjadi dewasa.
Senin, 26 Oktober 2015
Untukmu
Kurangkai kata demi kata dengan bulir bulir airmata
Sekali lagi aku terbangun dari mimpi
Begitu sulit Rupanya mengerti diriku ini
Hatiku selalu bertanya penuh curiga
Ada saat aku marah dan ingin menyalahkan keadaan
Siapa mereka berhak mendikte kebahagiaan ku?
Tapi rupanya cinta itulah yang tidak mampu untuk bertahan
Cinta itulah yang tidak cukup kuat untuk menahanmu disisiku
Kamis, 09 Juli 2015
Hari yang Baik
Selamat Pagi hari Baik
Mari melangkah lagi
Banyak sudah air mata menyesak dada
Terjatuh, belajar Bangkit, terlena kemudian jatuh lagi
Selama kita Masih manusia, selama manusia Masih punya rasa
Selama rasa membuat manusia hidup
Selamat siang hari yang Baik
Mari mulai mencari makna
Lupakanlah semasa hidup terombang-ambing
Sekalipun semua manusia layak bermimpi
jangan bermimpi yang Tak layak
Minta maaflah pada mimpi itu
Selamat sore hari yang Baik
Mari bertatih-tatih mencari hari elok
Hari elok yang Masih menyimpan asa
Selama asa Masih ada
Selama ada membutakan manusia dari ketiadaan
Tanpa ketiadaan Maka manusia Tak Akan terabaikan
Selamat malam hari yang Baik
Ijinkan aku menanam benih mimpiku lagi
Biarkan Mata tertutup terbuai khayalan
Karena khayalan lah yang membuat hidup
Selama aku hidup Maka aku akan terus bermimpi
Minggu, 07 Juni 2015
Sabtu, 27 September 2014
Fana dalam Nyata
Relung relung biru menjalar disisi nalar
Tatapan yang berisyarat marah ntah untuk siapa
Apa yang tersembunyi dari madu yang ternikmati
Berikan fantasi liar disela mimpi tengah malam
Sunyi sepi terlenyap sudah dalam keheningan
Wahai fajar jangan datang, biar tetap terjaga
Kami fana dalam nyata
Beribu kata tertahan dalam kenikmatan
Menusuk setiap hati yang terbawa
Ini perasaan bukanlah kesepian
Atau hati terlalu hampa sampai buta
Mati aku diujung kelam
Hidup.. Dimana dia?
Kucari tak ketemu, Kuhampa dia ada
Senin, 22 September 2014
Tuhan ( Sebuah Kontemplasi)
Jangan berdebat mengenai apa yang dikatakan oleh para nabi karena itu adalah hal yang memang tidak bisa didebat.
Jangan mempertanyakan apa isi kitab suci karena apa yang ditulis itulah yang harus dipercaya
Bukankah mereka para nabi-nabi termasuk titisan tuha, Orang-orang terpilih yang mempunyai daya pikir dan kekuatan alam bawah sadar yang melebihi manusia di jamannya
Bukankah kitab suci adalah apa yang dikatakan oleh tuhan melalui para nabi itu sendiri?
Jadi kenapa harus dipertanyakan?
Karena terkadang ada manusia yang merasa ada yang salah dari sistem yang sudah tertata rapi tersebut.
Bukankah para nabi juga begitu?
Manusia pada awalnya adalah bebas ibarat binatang yang hidup di alam liar
Kemudian mereka menemukan api untuk memasak makanan dan semenjak itulah mereka berbeda dari binatang.
Kemudian manusia mulai bisa berpikir, mereka tidak takut gelap lagi karena sudah punya api dan mulai berhenti menyembah sang matahari. Karena rupanya sang matahari itu bukanlah yang paling berkuasa didunia ini.
Manusia semakin lama semakin pintar karena makanan yang semakin beragam otak mereka bisa berkembang lebih maksimal. Kemudian mereka percaya kepada dewa-dewi yang ada diatas langit. Karena mereka tidak pernah bisa terbang dan melihat apa isi langit itu jadi mereka percaya ada dewa-dewa diatas sana yang membuat matahari, yang menciptakan hujan, yang menciptakan badai, yang membuat malam. Semua itu berasal dari langit jadi sudah pasti dilangit sana ada istana para dewa-dewi.
Lalu beberapa ribu tahun kemudian para yahudi mulai memahami kalau dewa-dewi itu hanyalah dongeng semata. Apa yang mereka sebut kehidupan diatas langit itu adalah tidaklah ada. Tuhan itu adalah satu kesatuan yang utuh, Dialah yang membuat semuanya pagi, siang, malam, hujan, badai, semua terjadi atas kuasaNya. Tapi tetap saja tuhan itu berada di langit.
Lalu kemudian manusia menemukan cara untuk terbang, akhirnya mereka sadar langit itu adalah hampa dan pengetahuan mengajarkan mereka bagaimana hujan itu terjadi, kenapa ada siang dan kenapa ada malam? Semua bisa dijelaskan secara ilmiah.
Lantas bagaimana eksistensi tuhan itu sendiri?
Pada akhirnya manusia jugalah yang memilih
Memilih untuk percaya pada apa
Memilih untuk percaya dengan cara bagaimana
Lantas apakah defenisi tuhan itu?
Bukankah nilai-nilai moral yang tertanam dimasyarakat, dimana tuhan adalah ide yang murni dari idealisme itu sendiri.
Sebuah titik tertentu dimana kau tidak bisa mengungkapkan keajaiban alam semesta dengan nalarmu ataupun dengan metode berpikir logikamu.
Sesuatu yang kau puja-puja diatas segalanya karena itulah kesempurnaan itu sendiri.
Tuhan tidaklah berada diatas langit tapi dihati setiap manusia yang mendamba akan kedamaian dan kesempurnaan hidup dialam semesta ini.
Tuhan adalah sebuah materiealisme ide yang selalu menjadi paduan hidup manusia dalam kesehariannya
Saat tidak berdaya dan diuji dengan kehidupan yang berat tuhan menjadi harapan melalui doa-doa
Saat hidup berada di puncak kejayaan dan bergelimang harta tuhan menjadi alasan untuk tidak menjadi sombong dan peduli pada sesama
Tiada yang lebih sempurna dari Tuhan itu sendiri karena manusialah yang membuat standar atas idealisme hidup dalam alam semesta ini dan manusialah kemudian yang menyebutnya dengan Tuhan.
Rabu, 06 Agustus 2014
Damai Masa Lalu
Minggu, 25 Mei 2014
Syair Biru Malam Sendu
Selasa, 13 Mei 2014
Cinta ( Mana Bisa Lupa )
Membuang rindu, menghapus sepi
Jangan katakan kali ini kau sementara
Jangan katakan kali ini kau bercanda
Rindu..., Rindu..., Rindu..., mana bisa aku lupa
Wahai rembulan malam penjaga lelapku
Bagaimana aku ingin melihat wajahmu?
Pandangikah hamparan bintang dengan mata tertutup
Seiring miris nelangsa hati terbuai bayangmu dalam gelap
Pahit..., pahit..., pahit...., mana bisa aku lupa
Mimpi datang mengandai-andai
Bagaimana aku ingin pelukan hangatmu malam ini?
Terjaga oleh mimpi tanpa peduli hanya ilusi bukan nyata
Langkah kakimu menghampiri, memeluk, mencium, seolah berkata
" sayang..., sayang..., sayang..., mana bisa aku lupa"
Kita beri nama ini sebuah tawar menawar takdir yang semu
Bagaimana saat aku merindukan suara mu?
Ada banyak lirik untuk mengekspresikan hati yang terluka
Walaupun hanya akan selalu bernyanyi dengan nada yang sama
Cinta..., cinta..., cinta..., Mana bisa aku lupa.
Jumat, 25 April 2014
Pragmatisme Cinta
Karena kau mengharap sesuatu setelah itu.
Hapus ingatan tentang sebuah keromantisan tiada tara karena ada banyak perasaan yang bermain disana.
Kita berjalan bersama kebutaan. Aku sanggup hidup, aku sanggup berjanji tanpa peduli suatu saat itu akan kuingkari.
Aku bahagia saat kau peluk, tangisan datang bersama nafsu amarah dan konflik kemudian.
Tidak ada yang bisa kau tawarkan melainkan cinta itu katamu, itu hanya hasrat manusia semata pikirku.
Denganmu pernah kumencoba untuk menghilangkan pragmatis cintaku tapi malah kaulah orang yang membuat tawar menawar kemudian.
Rupanya seiring waktu berjalan matapun semakin terbuka. Kita harus melihat kiri kanan sebelum berjalan itulah katamu.
Lalu kausebut apa hubungan itu? Sebuah pasar tradisional kah?
Kamis, 10 April 2014
26 Tahun : Sebuah Renungan atau Sebuah Curahan?
Hal yang terpenting adalah bukan apa yang orang pikirkan tentang kita atau bukan apa yang orang lakukan terhadap kita melainkan bagaimana reaksi kita ketika orang lain memperlakukan kita seperti itu.
Sabtu, 15 Februari 2014
That Man
That man who made me cry
That man with warm lips
That man has found my heart
I can't erease that man
I can't forget that man
That man is like my breath
That man is living
That man, my love, my hurting heart
That man who doesn't know anything
I love you and i love you again my man
I have no choice but let you go
Altought my heart in pieces
Altough those memories stab me
It hurts me even more
That man my love, my hurting hurt
That man who doesn't know anything
Instead of tears instead of sadness
Forget me and live happily
When our lives end and we close our eyes
Remember me once then.
Rough translate from a song tittled "Keu Saram " by Lee Seung Chul.
Sabtu, 01 Februari 2014
The Beginners Pray ( For Sinabung
We don't know how angry you are
We don't even know why you angry at us
Just please forgive us for what we have done
Save our landfarm from those sparks of the anger
Oh... the holy spirit of mountain
Just warn us when we did something wrong
Do not frighten us with those fire and the grain of dust
We don't know how to live our life withouth those forests and springs where your soul live in
Keep the mountain safety for us please
Oh.. our ancient
Just lead us to the right path
How to respect the spirit of the holy mountain with his way
We always respect more with the other path reither than the holy spirit of our mountain
Ooh God.....
Who claimed has the power for everything in this world
Just give us a thought that what u've planned is always for a reason
That nothing happen without the purpose
You are the wise one who always we believe
