Selasa, 27 Agustus 2013
Different Side Of Love
Rabu, 20 Maret 2013
After the Long Time Has Gone
Saya belakangan ini mempunyai ide tentang sebuah sifat yang baru, saya juga belum tahu apa kata-kata yang paling tepat untuk menggambarkannya, temanya kurang lebih seperti "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Rasanya seperti kamu begitu merindukan seseorang tapi kamu benci ketika bertemu atau ada saja hal lain yang membuat dia terlihat salah dimatamu, kamu tak ingin kehilangan dia tapi tidak ada perasaan apa-apa tidak ada getaran ketika bertemu. Mungkin sebagai bahan pemikiran kita perlu mengkaji ulang lagi tentang apa sebenarnya makna dari cinta itu sendiri, terkadang manusia begitu mudah berkata "dialah cintaku, dialah belahan jiwaku" "aku tak ingin berpisah dengannya" tanpa mereka sadari kalau sebenarnya mereka tak merasa apa-apa.
Sebenarnya saya menemukan beberapa alasan kenapa kita terkadang merasa "bukan cinta yang kita punya, lalu apa?". Tapi masih sedikit ragu apakah ini benar atau tidak. Pertama mungkin karena kamu merasa begitu kesepian, katakanlah kamu sudah lama berpisah dengan kekasih lalu tiba-tiba ada seseorang yang muncul menawarkan segalanya padamu, kamu berpikir "dia baik, dan aku mulai menyukainya" dan kemudian kalian berdua menjalin hubungan yang lebih serius, kamu tentu saja bahagia karena kamu telah kesepian begitu lama , kamu begitu merindukannya sampai ingin mati kemudian kamu ingin bertemu dengannya tetapi setelah bertemu rasanya hambar. Hal ini sebenarnya kurang lebih karena dia bukanah orang yang sebenar-benarnya kamu inginkan. Kamu kesepian, kamu butuh seseorang dan secara kebetulan kamu bertemu dengan dia tanpa sadar sebearnya jauh dilubuk hati kamu merasa tidak nyaman dengan hubungan kalian.
Kedua, mungkin karena hubungan yang terlalu cepat, kalian baru bertemu beberapa kali tapi entah kenapa dan entah dasar apa kalian mulai menjalin suatu hubungan. Yah, hubungan yang terjadi dalam waktu singkat kemungkinan tidak akan berjalan dengan mulus, satu sama lain bahkan belum tahu bagaima sifat masing-masing, bagaimana mungkin bisa menjalin hubungan yang seperti diharapkan oleh kebanyakn orang. Semua hal didunia ini pasti butuh penjajakan bukan. Bagaimana kamu bisa bilanng "aku cinta padamu" dengan begitu mudah hanya untuk membuat pasanganmu senang atau hanya untuk membuat segala sesuatu terasa lebih baik, padahal kamu sama sekali tidak merasakan getaran apa-apa ketika bertemu dengannya.
Yang terakhir mungkin adalah ketika perasaanmu terbagi dua, kamu mencintainya dan kamu juga mencintai yang lain sampai-sampai kamu tidak bisa memutuskan siapa yang lebih kau cintai. Ini adalah posisi yang paling sulit dari semua posisi yang ada. Mungkin kejam membandingkn cinta yang satu dengan cinta yang lainya tapi untuk kondisi seperti ini kamu benar-benar membutuhkannya.Carilah mana orang yang paling membuat hatimu bergetar ketika bertemu, carilah mana yang benar-benar kau peduli. Maka kamu bakalan tahu perasaan yang sebenarnya.
well, mungkin cukup sekian untuk postingan ini.
Senin, 11 Juli 2011
Buah Kekeluargaan
Lama saya berpikir dan mungkin saya berpikir terlalu dalam. tapi sungguh kebencian saya sudah terpupuk terhadap seseorang. saya jadi lupa kalau ajaran agama melarang untuk mendendam terhadap seseorang, tapi sungguh dia sudah terlalu keterlaluan bayangkan saja jika kalian memiliki seseorang anggota keluarga yang terlalu banyak bicara dan terlalu banyak mengadu domba orang lain. Kalau tidak menggosip maka dia akan mati, tetapi sungguh mulutnya teramat manis jika bicara dengan orang luar. dia selalu mengandalkan harta yang dia punya untuk meyombongkan diri.., seolah-olah didunia ini dialah yang paling kaya. sungguh menjijikkan melihat orang hina seperti itu.
mungkin dia bisa saja merasa kalau dia adalah orang paling hebat tapi sungguh dimata saya orang seperti itu tidak ada harganya sama sekali karena betul-betul MENJIJIKAN
Jumat, 08 Juli 2011
Bamboo
Minggu, 05 Juni 2011
Hegel Vs Schopenhaur
11:14
Menggapai langit tak semudah memetik buah apel
Walau sama-sama menggunakan tangan
Terkadang memang sungguh sebuah penantian panjang
Bagi orang tak percaya cinta, tak percaya nasib, tak percaya takdir
Menjadi pengikut schopenhauer sejati
Mati.. Mati.. Mati… jiwa hegel telah mati
Yang kau beri sungguh sampah harapan
Semangat hanya membakar jiwa menjadi abu
Membius hati hampa.., tatapan kosong melangkah
Sungguh jaman telah menipumu
Katakanlah perubahan itu sebuah kemajuan
Jika ada hal yang berbuah misterius
Yakinlah itu bukan kehendak tuhan
Kenapa tak kau cari saja dengan logika mesti tak punya jawaban
Berharap segala sesuatu akan lebih baik, lakukanlah
Matilah dengan tenang kemudian
Itulah yang disebut dengan surga?
Wajah Rembulan
Wahai perempuan yan tercinta kau lebih kuat dari baja
Punya semangat menyala bagai bara
Tapi tetap tak bisa hidup dalam hampa
Maka datanglah padamu cinta
Mencipta aroma nuansa berasa airmata
Adalah lelaki ibarat rembulan dengan mata bagai hujan
Menjelma bersama saat matahari terbenam awan
Menggelinjang bersama ditendang hiruk pikuk angin
Kelam memang tapi cukup nyata membuat nyaman
Terkutuklah senja yang membuat hujan reda
Demi tuhan singkirkanlah pelangi itu dari wajahnya
Agar erangan halilintar berubah menjadi irama dansa
Dimana perempuan bisa memeluk bayangnya dalam nyata
Memimpikannya dengan mata terbuka
Belt of Venus tak punya waktu lebih lama bertahan
Luna selena terlampau asyik menebar bintang, seiring redanya hujan
Apadaya rembulan memilih malam dari senja kelam tanpa pegangan
Semua esensi mengharu biru pun hilang perlahan terabaikan







